BENGKALIS, GORIAU.COM - Selama pelaksanaan PON XVIII di Riau, Iskandar (25) harus cuti melaut (menangkap ikan). Bukan disebabkan ikut menjadi salah satu atlet cabang PON yang dipertandingkan, atau ikut menjadi suporter, tapi pompong (motor laut) milik Iskandar disewa panitia pelaksana cabor Porlasi yang menggelar pertandingan selama 10 hari di pantai Selatbaru.

Pompong Iskandar satu di antara beberapa pompong lain milik warga setempat yang disewa panitia selama PON. Kata pria yang tinggal di sekitar pantai Selatbaru tersebut, pompong miliknya disewa Rp 1 juta/hari. ''Selama PON kami dibayar Rp 8 juta bang,'' kata Iskandar.

Selama PON, pompong milik Iskandar dan temannya yang dilain disewa untuk mengangkut para wartawan yang akan melakukan peliputan di tengah laut. Setiap hari dirinya dan temannya yang lain harus standby di tepi sungai Liong (dermaga,red), tempat turun naiknya para penumpang yang akan diangkut ke tengah laut.

Ditanya soal bayaran yang diterima jika dibandingkan dengan hasil dirinya menangkap ikan di laut, kata Iskandar honor Rp 8 juta yang diterimanya tersebut tidaklah begitu besar jika dibanding dengan hasil dirinya melaut selama 10 hari. Apalagi saat ini sedang musim ikan (ikan banyak,red).

''Tapi kan tidak semata keuntungan yang kita cari bang. Ya mumpung acara pertandingan digelar di tempat kita, ya itung-itung ikut berpartispasi dalam kegiatan ini. Dan kalau dikatakan rugi, ya tidak jugalah,'' katanya lagi.

Ditanya hasil tangkapannya satu hari kalau melaut, kata Iskandar, hasil tangkapan nelayan tergantung musim. Jika musim sedang baik, satu hari bisa menghasilkan Rp3 juta sampai Rp 4 juta. ''Semalam teman kami melaut selama 4 hari dapat belasan juta bang, makanya dia tidak mau pompongnya disewa selama PON ini, karena kalau diitung-itung besar hasil melaut lagi,'' katanya lagi.

Hasil melaut memang sulit diprediksi, kata Iskandar, jika musim ikan seperti saat ini memang hasil yang didapat agak lumayan, namun jika kondisi sedang tidak bersahabat hasil tangkapan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. (*/rls)