BENGKALIS, GORIAU.COM - Selama tahun 2012, sedikitnya 203 warga Bengkalis, Riau menderita HIV AIDS. Dan dari 203 tersebut, 23 orang diantaranya meninggal dunia.

Demikian diungkapkan Wakil Bupati Bengkalis, H Suayatno ketika membuka seminar penenggulangan PSK dan pencegahan penyebaran HIV / AIDS untuk mewujudkan masyarakat sehat dan bertakwa kepada Allah SWT di ruang rapat lantai II Kantor Satpol PP, Kamis (27/12/2013).

Jika dilihat dari jenis kelamin, tambahnya, yang lebih banyak menderita HIV AIDS adalah kaum perempuan sebanyak 115 orang dan laki-laki sebanyak 88 orang.

''Penyebab penularan yang paling dominan adalah melalui hubungan seks yang tidak aman 90.4 persen, kemudian diikuti oleh penggunaan jarum suntik dan penularan dari ibu dan anak. Hal ini tentu menggugah tanggungjawab kita semua untuk mencegah meningkatnya penularan penyakit HIV AIDS ini," ujar Wabup.

Upaya penanggulangan dan pencegahan HIV AIDS telah dilakukan Pemkab Bengkalis dalam bentuk pelayanan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) dengan membentuk dua klinik di Kecamatan Mandau dan Pinggir, kemudian membentuk klinik VCT (konseling dan test sukarela) untuk menjaring HIV AIDS di rumah sakit Mandau dan Bengkalis.

"Pada dasarnya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS tidak bisa dilakukan secara sporadis melainkan butuh kebersamaan, partisipasi dan kesadaran bersama akan bahaya HIV AIDS. Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu dan bahu membahu melakukan upaya penanggulangan HIV AIDS. Mengingat upaya pencegahanHIV AIDS tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. namun menjadi tanggung jawab semua pihak, karena penyakit ini berdampak pada semua orang,"ungkapnya. (jfk)