SELATPANJANG - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi mengaku telah berbicara banyak mengenai kebakaran lahan dan hutan dengan Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi). Orang nomor satu di Indonesia itu tetap menginstruksikan agar setiap desa dibangun sekat kanal (kanal blocking).

Demikian disampaikan kapolres kepada GoRiau, Rabu (20/1/2016).

Kata Pandra, Senin (18/1/2016) lalu, Ia menghadiri dan ikut mendengarkan arahan presiden terkait pencegahan dan penanggulangan karlahut (rakornas) di Istana Negara, Jakarta.

Dalam bincangnya dengan Jokowi, kata Pandra lagi, Jokowi mengaku terus memantau karlahu di tiap daerah, termasuk Kepulauan Meranti. Menurut Jokowi pula, tahun 2015 memang terjadi kebakaran namun dapat dikendalikan. Jika dibandingkan tahun 2014 lalu, kebakaran di 2015 tidak begitu parah dari tahun sebelumnya.

"Beliau (Jokowi, red) banyak menitipkan tentang Meranti. Beliau mengakui di tahun 2015 ada kebakaran namun dapat dikendali," ujar Pandra.

"Pembuatan sekat kanal sangat terkesan (memberikan dampak maksimal dalam pencegahan dan penanganan Karlahut, red)," tambah Pandra.

Untuk itu, disampaikan Pandra juga, diharapkan semua desa di Kepulauan Meranti, secara bersama-sama untuk segera membuat blocking kanal. Hal ini pula telah menjadi arahan dari pusat.

Sebagai terusan dari rakornas dengan Jokowi, pada Rabu (20/1/2016) dibuat MoU antara masyarakat dengan perusahaan. "MoU itu di SPN Pekanbaru, antara perusahaan dan masyarakat. Harus gotongroyong melawan api, ini untuk antisipasi pencegahan karlahut dan rencana pembuatan blocking kanal," kata Pandra pula.

Di Kepulauan Meranti, telah dibangun sekat kanal ini sesuai dengan perintah Jokowi saat ke Kota Sagu, Kamis (27/11/2014) lalu. ***