
RENGAT,GORIAU.COM - Kendati sudah berlangsung hampir dua tahun, harga getah karet di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terpuruk jauh, yakni masih berkisar Rp5000 hinggan Rp5500 per kilogram. Hal ini membuat penderitaan petani karet kian parah, terlebih saat ini di Kabupaten curah hujan cukup tinggi, sehingga para petani sulit untuk menyadap karet mereka.
Salah seorang anak Eks Transmigrasi yang juga mantan anggota DPRD Inhu, Agus Sugiono, kepada GoRiau.Com, Sabtu (14/2/2015) menyebutkan, harusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu bisa mencarikan solusi untuk mengatasi anjloknya harga karet ini, khusunya di Kabupaten Inhu.
"Masyarakat sudah menjerit dengan kondisi ini. Kita minta Pemkab Inhu dapat mencarikan solusi, terlebih di Kabupaten Inhu sendiri terdapat dua pabrik karet, yakni PT Tirta Sari Surya (TSS) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V", sebutnya.
Ditambahkan, Agus Sugiono, yang juga bakal calon Bupati Inhu itu, jika pemerintah peduli dengan kondisi masyarakat Inhu, khusunya petani karet yang saat ini dirundung derita, Pemkab harus mengambil langkah-langkah bijak, seperti memberikan subsidi terhadap harga karet saat ini.
"Pemkab harusnya bisa memberikan subsidi terhadap harga karet yang anjlok tersebut dengan mengalihkan beberapa program yang tidak masuk dalam skala prioritas dan bahkan mengalihkan peruntukan dana hibah kepada pihak-pihak yang tidak berkopeten. Karena penderitaan rakyat wajib dan harus dipikirkan, bukan malah sebaliknya", tutup politisi PDI Perjuangan itu.
Dalam pada itu, salah seorang petani karet Pematang Reba, Sami (34) menyebutkan, anjloknya harga karet ini sudah berjalan dua tahun dan sejauh ini tidak ada tanda-tanda kenaikan, maka dari itu diharapkan peran aktif pemerintah untuk membantu petani khususnya petani karet.
"Jika hal ini terus berlangsung, maka nasib kami selaku petani karet tentu akan semakin memprihatinkan, terlebih saat ini biaya hidup kian tinggi", pungkasnya sedih.(jef)