SELATPANJANG - Satu hari sebelum lebaran Idul Fitri 1437 H, harga daging sapi di Selatpanjang Kepulauan Meranti, Riau, naik sekitar Rp10 ribu perkilogram. Kalau sebelumnya harga daging dijual Rp130, kini naik jadi Rp140 ribu perkilogramnya.

Pantauan GoRiau di pasar ikan dan daging, warga Meranti terlihat sedikit antre untuk membeli daging sapi di penjual langganan. Sementara beberapa penjual lain terlihat santai sambil membersihkan daging.

"Empat belas (Rp140 ribu, red)," ujar salah seorang penjual daging ketika ditanya GoRiau, Selasa (5/7/2016).

Harga daging Rp140 ribu perkilogram ini mengalami kenaikan. Beberapa hari sebelum ini, harga berkisar antara Rp120 - Rp130 ribu perkilogram.

Menurut penjual, konsumsi daging (sesuai pembelian, red) masyarakat Meranti hanya sekitar 70 - 90 kg perhari. Hal itu bukan karena konsumsi daging masyarakat Meranti yang rendah, melainkan adanya pilihan lain dalam memenuhi kebutuhan daging, yaitu daging beku dari Malaysia.

Itu pernah diakui Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Kepulauan Meranti, Harmunis Salfha kepada GoRiau. "Konsumsi daging sapi resmi ini terbatas, sekitar 70-80 kg perhari. Sedangkan konsumsi daging beku dari Malaysia tidak bisa terpantau," ujar Harmunis sebelumnya.

"Sebenarnya itu membantu masyarakat, karena harga daging beku dari Malaysia lebih murah. Tapi itu kan ilegal, kalau terjadi apa-apa ketika dikonsumsi, tidak ada satu pihak pun yang akan bertanggungjawab," tambah Harmunis. ***