TEMBILAHAN- Sebelum runtuh seperti yang terjadi pada jembatan penghubung di Kotabaru, Kecamatan Keritang, beberapa waktu lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Riau, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar memperhatikan jembatan penghubung empat desa di Kecamatan Tanah Merah.

Jembatan yang menghubungkan empat desa, yaitu Desa Tekulai Bugis, Tekulai Hilir, Tekulai Hulu dan Tanjung Baru itu, saat ini kondisinya sudah kritis dan secepatnya memerlukan penanganan oleh Pemkab Inhil.

''Hal ini ini sesuai dengan pengaduan masyarakat, dan saya sendiri juga sudah turun ke lokasi untuk mengecek keadaan jembatan itu. Dan memang benar, jembatan tersebut tinggal menunggu untuk runtuh,'' terang Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said kepada GoRiau.com, Jumat (27/11/2015).

Apalagi, selain menjadi jembatan penghubung antar desa, jembatan tersebut dikatakan juga menjadi penghubung ke Ibukota Kabupaten yaitu ke Tembilahan.

Sehingga, jika sampai rubuh, dikatakan Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu, maka desa tersebut akan terisolir, dan juga, akan memerlukan dana yang lebih besar untuk membangun jembatan tersebut secara keseluruhan.

''Sebenarnya kondisi jembatan itu sudah pernah kita sampaikan ke Dinas Bina Marga Inhil,'' tambahnya.

Ia berharap, Pemkab Inhil melalui Dinas Bina Marga dapat menganggarkan perbaikan jembatan tersebut pada APBD murni tahun 2016 mendatang.

''Jika tidak segera diperbaiki, maka masyarakat di sana akan bernasib sama dengan masyarakat di Kotabaru, Keritang,'' tukas Yusuf Said.***