SELATPANJANG - Upaya pembinaan spiritual yang dilakukan pihak Mapolres Kepulauan Meranti, Riau, memberikan hasil yang memuaskan. Satu tahanan di Mapolres Meranti resmi memeluk agama Islam, Jumat (20/11/2015) pagi.

Tahanan tersebut bernama Sandra Gunawan (24)warga Desa Sesap Kecamatan Tebinginggi, Kepulauan Meranti, Riau. Sandra Gunawan yang sebelumnya beragama Budha sempat dikhittan sebelum Bersyahadat. Terlihat Sandra didampingi Ibunda tercinta Jariah (yang masih beragama Budha).

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, didampingi Kabag Sumda Kompol Sumarno, Kasat Tahti Iptu Suhartono, Bripka Nopri, dan beberapa anggota mengatakan, Sandra masuk Islam atas kehendak sendiri. Hal itu setelah Sandra melihat pembinaan spritual dari Polres Meranti untuk tahanan.

"Dia (Sandra, red) terbuka hati dan jiwanya di balik jeruji besi ini. Dengan tegas Ia mengutarakan niatnya untuk memeluk agama Islam, ini tentu sangat membahagiakan kita semua," kata Kapolres Meranti.

"Semoga hidayah yang didapatkan oleh Sandra ini akan membawa keberkahan baginya dan bagi kita semua," tambah Kapolres.

Kapolres juga berpesan kepada Sandra, apa yang Ia hadapi saat ini (berurusan dengan hukum, red) hendaklah dijadikan pelajaran dan tidak diulangi kedepannya. Selain itu, Sandra juga diminta unuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Yang kita perangi adalah kejahatannya. Namun, hati nurani mereka merupakan tanggungjawab kita semua untuk membinanya," ujar Kapolres pula.

Sandra Gunawan, kepada wartawan mengatakan bahwa ketertarikannya untuk memeluk agama islam lantaran sering melihat teman sesama tahanan melaksanakan salat dan membaca Alquran. Dalam kesempatan itu, Sandra juga membacakan Alfatiha.

Ibunda Sandra, Jariah, yang ikut mendampingi mengaku keluarganya ikhlas Sandra pindah agama. Sandra yang merupakan anak nomor 3 dari 5 saudara itu dinilai sudah memiliki perilaku yang lebih baik dibandingkan saat berada di luar. "Selama ditahan ini saya lihat dia menjadi lebih baik," kata Jariah.

Namun, Jariah sendiri ketika disinggung tentang keyakinan mengaku belum bisa untuk mengikui ajaran Islam. Jariah juga tidak membantah andai besok Ia beserta keluarga lain akan ikut langkah anaknya itu. "Belum tahu, nanti kita lihat dulu," kata Jariah malu-malu.

Sandra sendiri, sebelum bersyahadar terlebih dahulu di khittan di Klinik Polres Meranti oleh dr Misri Hasanto. Kemudian Ia mengisikan pernyataan selanjutnya bersyahadat di lorong penembus dosa (lorong tahanan yang dilengkapi dengan kaligrafi).

Sandra bersyahadat dipandu oleh Ustaz Arifin dan disaksikan beberapa ustaz serta personil dari Polda Riau, Kombes Deni Pujianto, dan Nanang Purnomo Wadir Binmas.

Sekedar informasi, tahanan di Mapolres Meranti diberi bimbingan spiritual sesuai agama masing-masing. Selain itu, tahanan ini juga diajak olahrga setiap pagi dan sore agar sehat. Tahanan juga diajarkan menyanyikan lagu-lagu wajib.

Hal itu dilakukan agar setiap tahanan tidak merasa frustasi dan akhirnya melakukan tindakan-tindakan yang bisa membahayakan diri, seperti percobaan bunuh diri. Terbuki, apa yang dilakukan Mapolres Meranti membuahkan hasil yang positif. ***