PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabut asap di Riau mencapai puncaknya dalam 2 hari terakhir dibanding sebelum-sebelumnya. Satu per satu, korban 'tumbang' akibat asap terus bertambah. Peningkatan mencapai 2-4 ribu jiwa per setiap harinya.

Data Senin (5/10/2015), korban sakit akibat kabut asap tembus 57.536 jiwa. Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menempati posisi teratas dengan 47.836 jiwa.

Kemudian penderita Pneumonia sebanyak 847 jiwa. Asma sebanyak 2.213 jiwa, iritasi mata sebanyak 2.880 jiwa, disusul penderita penyakit kulit sebanyak 3.760 jiwa.

Kemudian, jumlah penderita ISPA per Kabupaten terhitung dari 29 Juni-5 Oktober 2015 adalah sebagai berikut, Dumai sebanyak 3.750 jiwa. Indragiri Hilir sebanyak 1.737 jiwa. Kampar sebanyak 2.471 jiwa. Rokan Hulu sebanyak 4.479 jiwa. Siak sebanyak 5.580 jiwa, Kepulauan Meranti sebanyak 743 jiwa.

Kemudian Bengkalis sebanyak 4.622 jiwa. Pelalawan sebanyak 2.203. Rokan Hilir sebanyak 2.127 jiwa. Kuansing sebanyak 5.482 dan Indragiri Hulu sebanyak 2.860 jiwa dan Pekanbaru sebanyak 11.782 jiwa.

Korban terpapar asap di Riau pun diprediksi akan terus meningkat menjelang kedatangan Presiden RI Joko Widodo, mengingat laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Selasa (6/10/2015) pagi, kabut asap semakin parah.

Tidak hanya melanda Pekanbaru, melainkan beberapa kota lainnya, seperti Rengat, dengan jarak pandang hanya 100 meter, Dumai 200 meter, dan Pelalawan 50 meter.

"Kita minta warga untuk tidak banyak beraktivitas di luar ruangan terutama yang memiliki balita, karena seiring dengan pekatnya asap, maka kualitas udara juga berbahaya," sebut Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin, Selasa pagi.

Lanjut Sugarin, menurut pantauan satelit Terra dan Aqua, Selasa pagi tadi, ditemukan 384 titik panas atau hotspot di enam provinsi, di Sumatera, diantaranya Sumatera Selatan 360 titik panas, Jambi 10 titik panas, Sumatera Barat enam titik panas, Lampung lima titik panas, Bangka Belitung dua titik panas dan Riau satu titik panas yang berada di Inhil.

Hengki, warga Jalan Cipta Karya, Pekanbaru, juga merasakan sangat dampak kabut asap tahun ini. Anak, istri hingga dirinya menderita sakit yang hampir sama. Kritikan kedatangan Jokowi juga keluar dari mulutnya.

"Apa bisa Jokowi hilangkan asap, saya rasa tidak. Jadi dia (Presiden, red) mau datang atau tidak, Riau akan tetap 'gini-gini aja'," tegas Hengki dengan nada sedikit tinggi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali diwacanakan berkunjung ke Riau pada tanggal 8 Oktober 2015, setelah rencana sebelumnya sempat batal pada bulan lalu.***