
PEKANBARU – Seorang anak usia tiga tahun dilaporkan mengalami gagal ginjal di Kota Pekanbaru. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih mengatakan, kasus gagal ginjal anak ini bukan gagal ginjal akut misterius yang terjadi di daerah lain.
"Ada kemarin satu anak dicurigai gagal ginjal akut. Namun, setelah kita teliti, sakit ginjal pada anak ini jelas karena infeksi Pneumonia bukan misterius," ujarnya, Senin (31/10/2022).
Zaini menjelaskan, penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak belum ada dilaporkan di Kota Pekanbaru. Namun demikian, setiap warga diminta untuk berhati-hati dan tidak menggunakan obat-obatan yang sudah dilarang oleh BBPOM di Pekanbaru.
BBPOM sudah merilis lima jenis obat sirup yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas. Meskipun kandungan berbahaya dalam obat ini belum bisa dikaitkan dengan penyebab gagal ginjal akut misterius pada anak.
"Dari hasil pemeriksaan itu tidak ditemukan lima jenis obat sirup tersebut diperjualbelikan. Di luar yang lima itu boleh (dijual di apotek dan toko obat) sampai ada pengumuman lebih lanjut," jelasnya.
Kelima jenis obat sirup tersebut di antaranya Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam), dan Unibebi Demam Drops (obat demam).
"Intinya, kita minta warga tetap waspada agar Kota Pekanbaru tetap terhindar dari kasus gagal ginjal akut pada anak," pungkasnya. ***