TELUKKUANTAN - Jika tak ada aral melintang, mulai 18 Februari mendatang, Taman Jalur Telukkuantan akan diramaikan dengan beragam pagelaran seni.

Untuk malam pertama, masyarakat akan dimanjakan dengan kaloborasi tari, musik dan teater dalam satu paket.

"Itu untuk pembukaan, dengan temanya 'save our culture'. Kita ingin, ada wadah untuk para pelaku seni mengekpresikan karyanya. Otomatis, ini akan menjadi hiburan bagi masyarakat," ujar Teja Sukmana, selaku Ketua Sanggar Ngocal dan Teater Limuno kepada GoRiau.com, Minggu (12/2/2017) siang di Telukkuantan.

Selain penampilan seni, Teja ingin para pengrajin juga ikut berpartisipasi. Seperti pameran batik Kuansing, miniatur jalur dan makanan khas atau kerajinan tangan lainnya.

"Jadi, siapa pun, baik sanggar, grup, perorangan, tradisional atau modern, silahkan tampil. Tapi, kami tak bisa memberi apa-apa, selain tempat," ujar Teja didampingi Humas Sanggar Ngocal, Zul Achyar.

Malam apresiasi seni ini dilaksanakan secara swadaya. Untuk itu, ia berharap ada pihak-pihak yang ingin menjadi sponsor dalam mensukseskan kegiatan ini.

Dengan adanya pasar seni dan budaya, kata Teja, merupakan bukti kepedulian seniman terhadap pelestarian seni dan budaya. Kendati minim sarana dan prasarana, tidak menghentikan Sanggar Ngocal dan Teater Limuno untuk memajukan seni dan budaya Kuansing.

"Mudah-mudahan, ada dukungan dari donatur yang peduli dengan keberadaan kami," ucap Teja.

Teja percaya, dengan pasar seni dan budaya akan mampu mendongkrak penghasilan pedagang sekitar Taman Jalur.

"Yang jelas, seni budaya tradisional Kuansing harus dilestarikan," tegas Teja. *** #KUANSING