
PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memimpin rombongan pejabat pemerintah kota melakukan ziarah ke Kompleks Pemakaman Marhum Pekan di samping Masjid Raya Senapelan, Senin (22/6/2026). Agenda ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang jasa para pendiri kota menjelang peringatan Hari Jadi ke-242 Pekanbaru.
Agung hadir didampingi Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, serta jajaran pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan kepala Organisasi Perangkat Daerah. Kompleks makam yang dikunjungi menjadi tempat peristirahatan terakhir Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, atau yang dikenal sebagai Marhum Pekan, sultan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura. Selain itu, terdapat pula makam tokoh penting lainnya seperti Sultan Abdul Jalil Alamuddinsyah (Marhum Bukit) dan Syaid Syarif Usman Shabuddin (Marhum Barat).
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama bagi arwah para pendiri kota, kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para raja. Agung menyampaikan bahwa ziarah bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengingat bagi generasi penerus untuk menjaga warisan yang telah ditinggalkan.
"Kami datang ke sini juga sebagai pengingat bahwa Pekanbaru ini ada yang mendirikan, dan saatnya kita harus menjaga, merawat, dan meneruskan pembangunan seperti apa yang dicita-citakan pendiri kota ini," katanya seusai prosesi ziarah.
Ia menekankan bahwa esensi budaya Melayu tidak hanya terpancar dari pakaian, tetapi harus diimplementasikan melalui sikap sehari-hari. Karakter ramah, berbakti kepada orang tua, serta menjunjung tinggi budaya bersih dan sehat dinilai sebagai modal utama dalam membangun masa depan kota yang lebih maju.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mendorong agar sosok Marhum Pekan dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah pusat. Sebagai bentuk apresiasi nyata atas jasa besar pendiri kota, nama Marhum Pekan pun telah disematkan sebagai nama salah satu ruas jalan tol yang melintasi wilayah Pekanbaru.
Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat agar terus menghargai sejarah serta menjadikannya inspirasi dalam setiap gerak langkah pembangunan kota ke depan.***