JAKARTA – Wanita dewasa umumnya pernah merasakan sakit pada area puting payudara. Penyebab rasa sakit ini beragam, ada yang tidak menimbulkan masalah serius, namun ada pula yang membahayakan.

Dikutip dari Republika.co.id yang melansir The Sun, Ahad (30/7/2023), berikut ini delapan penyebab rasa sakit pada area puting payudara:

1. Gesekan

Rasa sakit di area puting paling sering disebabkan oleh gesekan, baik itu gesekan dengan bahan pakaian yang kasar maupun bra yang tidak sesuai. Gesekan antara puting dengan pakaian atau bra biasanya terjadi ketika wanita melakukan suatu aktivitas, seperti berlari, berselancar, bermain basket atau aktivitas lainnya.

Rasa sakit yang disebabkan oleh gesekan biasanya memunculkan sensasi menusuk. Selain itu, kondisi kulit di area puting akan tampak kering atau pecah-pecah.

2. Infeksi

Payudara terasa sakit juga bisa disebabkan oleh infeksi. Infeksi cenderung lebih sering terjadi pada kondisi puting yang luka dan berdarah serta pada individu yang memiliki alergi atau sedang menyusui.

Salah satu jenis infeksi yang bisa terjadi pada puting adalah infeksi ragi. Infeksi ragi terjadi bila jaringan di sekitar puting mengalami kerusakan. Infeksi ini juga dapat terjadi pada individu yang memiliki riwayat infeksi jamur atau baru saja menggunakan antibiotik.

Rasa sakit yang disebabkan infeksi ragi biasanya memunculkan sensasi seperti terbakar dan menusuk. Rasa sakit ini tak akan mereda meski area puting dijauhi dari risiko gesekan. Pada kasus infeksi ragi, puting biasanya akan terlihat lebih merah muda dan bagian areolanya tampak memerah atau kulitnya mengelupas.

Jenis infeksi lainnya adalah infeksi bakteri yang dikenal sebagai mastitis. Infeksi ini biasanya terjadi pada saluran ASI selama masa kehamilan. Pada kasus mastitis, puting akan membengkak, memerah, dan terasa sakit. Mastitis bisa diobati dengan antibiotik.

3. Alergi atau Eksim

Rasa sakit yang disertai dengan kulit pecah-pecah, berkerak, atau melepuh biasanya merupakan tanda reaksi alergi atau eksim. Kondisi ini umumnya muncul karena area puting terpapar oleh hal yang memicu reaksi alergi, seperti body lotion, deterjen pakaian, sabun, krim cukur, pelembut pakaian, parfum, dan jenis kain tertentu.

Rasa sakit yang muncul akibat reaksi alergi biasanya akan membuat puting tampak kemerahan dengan kulit yang pecah-pecah di sekitar puting dan areola. Rasa gatal juga akan muncul secara terus-menerus.

4. Perubahan Hormon

Memasuki siklus menstruasi, area puting cenderung menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit. Rasa sakit umumnya mulai terasa di masa-masa awal menstruasi. Setelah beberapa hari, rasa sakit ini biasanya akan mereda.

Keluhan ini bisa muncul karena di masa awal menstruasi, kadar estrogen dan progesteron meningkat secara signifikan. Kondisi ini dapat membuat lebih banyak cairan tersimpan di area payudara sehingga payudara terasa lebih berat.

5. Hubungan Seksual

Rasa sakit di area payudara juga bisa muncul akibat gesekan yang terjadi saat melakukan kontak seksual. Akan tetapi, rasa nyeri ini akan mereda setelah beberapa saat. Pengaplikasian pelembap juga bisa meredakan sakit dengan lebih cepat.

6. Tanda Kehamilan

Puting yang terasa sakit juga bisa menjadi tanda kehamilan. Pada kehamilan, rasa sakit ini kerap disertai dengan areola yang juga terasa sakit dan tampak lebih gelap.

Penggunaan bra yang sesuai dapat membantu meredakan rasa sakit dan mengurangi gesekan. Ibu hamil juga dapat menggunakan kompres dingin untuk meredakan peradangan di area puting.

7. Kanker

Meski jarang, rasa sakit pada area puting bisa disebabkan oleh kanker payudara. Rasa sakit ini biasanya hanya terasa pada sebelah payudara yang terdampak kanker.

Selain rasa sakit, kanker payudara juga dapat memunculkan beberapa gejala lain. Gejala tersebut adalah benjolan di area payudara, perubahan bentuk atau ukuran pada satu atau kedua payudara, keluarnya cairan pada payudara, benjolan atau bengkak di area ketiak, perubahan tampilan kulit payudara, perubahan tampilan payudara seperti tenggelam ke dalam, serta kulit di area puting memiliki ruam, tampak pecah-pecah, atau gatal.

8. Menyusui dan Memerah Air Susu Ibu (ASI)

Posisi perlekatan yang kurang baik saat proses menyusui bisa membuat puting terasa sakit. Rasa sakit bisa muncul karena puting mendapatkan gesekan dan tekanan dari gusi serta langit-langit bayi.

Dalam kondisi tersebut, aliran darah ke area puting akan terhambat. Kondisi ini bisa memunculkan rasa sakit dan membuat puting menjadi putih, lalu memerah, kemudian menjadi keunguan.

Aktivitas pumping juga dapat memunculkan rasa sakit pada puting. Salah satu penyebabnya adalah sedotan yang terlalu kuat dari alat perah ASI. Posisi puting yang tidak tepat juga dapat memicu rasa sakit saat memerah ASI.***