PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Al-Munawwarah, Kecamatan Payung Sekaki, Senin (2/3/2026) sore. Dalam lawatan tersebut, pemerintah kota menyalurkan bantuan dana senilai Rp100 juta yang diperuntukkan bagi pembangunan kanopi dan perbaikan interior masjid.

Selain uang tunai, diserahkan pula satu unit televisi 43 inci yang terintegrasi dengan program 1.000 titik wifi gratis. Program internet tanpa batas kuota ini sengaja dirancang untuk memudahkan akses informasi masyarakat di fasilitas publik seperti masjid, posyandu, dan pos keamanan lingkungan.

Di hadapan jemaah yang hadir, Agung memaparkan sejumlah perkembangan infrastruktur yang telah direalisasikan sepanjang tahun 2025. Pemerintah mencatat perbaikan jalan sepanjang 42 kilometer, termasuk pengaspalan ruas Jalan Serayu dan Jalan Jenderal. Pencapaian ini sejalan dengan peningkatan pendapatan daerah yang melonjak dari kisaran Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun.

"Ini bukan hanya kerja wali kota dan wakil wali kota, tetapi kerja bersama seluruh jajaran pemerintah kota," papar Agung Nugroho terkait kolaborasi aparat dan dukungan pajak dari masyarakat.

Meski pendapatan naik signifikan sebesar Rp400 miliar, ia mengakui masih ada ruas jalan yang belum tertangani akibat keterbatasan anggaran. Salah satu beban besar APBD saat ini adalah biaya operasional pengelolaan sampah yang menelan lebih dari Rp80 miliar per tahun. Anggaran tersebut sebenarnya bisa dihemat dan dialihkan untuk perbaikan jalan jika masyarakat ikut berperan aktif memilah sampah.

"Kami berharap masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Organik bisa diolah menjadi kompos atau maggot, sedangkan nonorganik dapat didaur ulang," jelasnya.

Selain menyoroti infrastruktur dan lingkungan, agenda tersebut juga menjadi ruang untuk menyosialisasikan program perlindungan sosial. Pemerintah memastikan ketersediaan akses pendidikan dan kesehatan bagi kelompok rentan, terutama dalam menekan angka stunting.

"Tidak boleh ada lagi anak putus sekolah dan warga yang tidak mendapatkan layanan pengobatan gratis," urainya.

Bagi warga yang membutuhkan dukungan pendanaan untuk pembangunan rumah ibadah, pemerintah membuka jalur pengajuan usulan secara berjenjang melalui lurah atau camat setempat. ***