
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kebijakan pemerintah dalam memberikan kesempatan pada anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak, belum sepenuhnya tercapai. Meskipun saat ini pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangnkan program wajar 12 tahun, nyatanya banyak anak-anak diberbagai pelosok pedesaan terpencil, khususnya anak-anak Komunitas Adat Tertinggal (KAT) tidak sekolah.
Kemiskinan dan minimnya sarana prasarana infrsatruktur dasar pendidikan menyebabkan anak-anak KAT belum mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana yang diamanatkan undang-undang.Hal ini diungkapkan Ketua Gerakan Meranti Berkibar (GMB) Kabupaten Kepulauan Meranti Ruslan Nahrowi, Minggu (25/5/2014) di Selatpanjang, seusai melakukan aksi social puluhan tim Relawan Gerakan Meranti Berkibar Kabupaten Kepulauan Meranti di Nerlang Desa Sungai Tohor Barat Kecamatan Tebing Tinggi Timur, yang turut dihadiri Camat Tebing Tinggi Timur Helfandi, MSi bersama jajaran staf Penda Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Kepada sejumlah awak media, Ruslan Nahrowi mengatakan pendidikan anak-anak Nerlang merupakan sebuah pendidikan di Riau yang terkesan terabaikan."Puluhan anak-anak usia sekolah dari berbagai tingkatan umur di Nerlang, belum menikmati pendidikan yang layak. Tak tersedianya sarana dan prasarana pendidikan di daerah ini, menyebabkan puluhan anak-anak Nerlang harus terabaikan dari sentuhan pembangunan pendidikan. Padahal, mereka merupakan anak-anak yang cerdas dan punya keinginan serta kauman untuk besekolah. Untuk itu, kita berharap ada kebijakan yang tegas dan jelas dari Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti dan Disdikbud Pemerintah Propinsi Riau untuk segera menyikapi persoalan ini secara tegas dan jelas. Hal ini tidak boleh dibiarkan, bagaimanapun juga pembangunan pendidikan merupakan kewajiban pemerintah yang harus dilaksanakan. Ini adakah pesan undang-undang yang tak bisa ditawar-tawar, wajib," ungkap Ketua Gerakan Meranti Berkibar tersebut.Menurut Ruslan, GMB terus berupaya secara terus menerus untuk terus mensupport pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan pendidikan. Untuk itu, dalam berbagai aksi kegiatan yang digalang GMB terus berupaya menggugah kesadaran pemerintah daerah dan semua pihak untuk bersama-sama dengan serius meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di berbagai pelosok pedesaan terpencil, untuk mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan secara layak sebagaimana yang diamantkan undang-undang.Bagaimanapun juga, persoalan pendidikan merupakan hak seluruh anak-anak Indonesia yang menjadi kewajiban Negara untuk memenuhinya. Apalagi pemerintah dengan tegas telah mencanangkan program wajar 12 tahun. Untuk itu, tidak ada alasan bagi pemerintah, melalui Dinas Pendidikan kabupaten ataupun propinsi untuk lepas dari tanggung jawab dalam menyikapi persoalan ini."Miriskan dengan usia kemeredekaan negeri ini yang sudah lebih setengah abad, masih banyak anak-anak yang tak sekolah. Terutama anak-anak dari Komunitas Adat Terpencil (KAT). Mereka tetap berhak untuk mendapatkan kesempatan bersekolah, meskipun dipelosok terpencil yang bernama Nerlang," beber Ruslan Nahrowi lebih lanjut.Dikatakannya lagi, persoalan pendidikan di Nerlang tidak hanya belum tersedianya sarana gedung sekolah yang layak. Tapi juga belum adanya tenaga guru yang ditempatkan secara permanen di Nerlang. Tingginya keinginan dan harapan 50 KK Komunitas Adat Terpencil di Nerlang akan kebutuhan penddidikan anak-anaknya, secara swadaya berupaya membangun dua lokal belajar yang sangat sederhana. Dengan kondisi bangunan dinding sekerat, puluhan anak-anak Nerlang berupaya membangu harapan untuk belajar menulis dan berhitung, seminggu sekali dengan melibatkan tenaga guru sukareka yang dikoordinir Pemda Kecamatan Tebing Tinggi Timur dan beberapa guru sukareka yang menyediakan waktunya untuk turun ke Nerlang untuk mengajar. "Terus terang sangat miris sekali.Meskipun mereka jauh terpencil, anak-anak Nerlang ini punya mimpi dan cita-cita untuk jadi Polisi, Dokter, Guru dan Camat. Mereka punya mimpi dan cita-cita yang tinggi. Tapai bagaimana mereka mau meraihnya, kalau tidak ada guru yang mengajar mereka secara permanen. Kita berharap, pembiaran masa lalu tak lagi berulang, bagaimanapun juga anak-anak Nerlang adalah bagian dari masa depan daerah ini" tandas Ketua Gerakan Meranti Berkibar Ruslan Nahrowi.Gerakan Meranti Berkibar merupakan sebuah gerakan sosial yang dilakukan secara terus menerus mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, memberikan perhatian pada berbagai aktifitas pendidikan sekolah-sekolah marginal diberbagai pelosok pedesaan terpencil, pembinaan Komunitas Adat Terpencil dan membangun kepekaan sosial dalam menyikapi dinamika pembangunan sosial masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dalam kegiatan sosial di Nerlang, GMB memberikan donasi dalam bentuk bantuan alat-alat tulis, dan kegiatan motivasi untuk mendukung semangat belajar anak-anak Nerlang."Apa yang kita lakukan murni sebagai bukti kepedulian sosial. Dan GMB berupaya membangun kebersamaan dengan semua pihak untuk bersama-sama, menyatukan hati membangun daerah ini untuk lebih baik" tuturnya.(rls)