DURI - Permasalahan yang paling krusial yang selalu dikeluhkan masyarakat di Kelurahan Duri Timur dari tahun ke tahun adalah soal drainase atau parit. Sehingga setiap tahun, melalui dana infrastruktur Bupati (Inbup) masalah itu diselesaikan dengan cara di cicil.

Lurah Duri Timur, Vera Mustafa SHut T MSi saat disambangi GoRiau.com diruang kerjanya menyebutkan kondisi parit induk di Kelurahan Duri Timur ini sudah hancur alias rusak akibat tidak sanggup menampung debit air yang melewatinya.

Tidak hanya air pembuangan dari masyarakat Duri Timur saja, tetapi sebagian dari Kelurahan Duri Barat dan Gajah Sakti juga ada yang melewati parit induk Duri Timur, karena wilayahnya masuk kerendahan.

"Jadi selama 5 tahun terakhir ini, pembangunan drainase ini tetap dilakukan dengan cara mencicil. Sekarang tinggal sekitar 800 meter lagi yang rubuh dan rusak. Sejak mulai ada pembangunan bertahap ini, warga sudah tidak lagi mengalami banjir seperti yang sudah-sudah," ujar Vera didampingi stafnya Tuman, Selasa (6/9/2016).

Mengenai pembangunan tahun ini lebih diproritaskan kepada drainase 5 titik, semenisasi 1, rehab kantor lurah 1 dan pembangunan box culvert 1 titik.

"Drainase yang lima titik ini anggarannya diperkirakan mencapai Rp 600 jutaan. Kalau menunggu dari Kecamatan ada kemungkinan agak lambat, makanya warga sepakat untuk lebih memprioritaskan pembangunan drainase melalui dana inbup," tuturnya.

Sebagai Lurah baru, lanjut Vera, ia berkomitmen akan melakukan pembenahan internal yang terjadi sejak sebelum ia menjabat disana. Selanjutnya, Vera juga mengaku penting melakukan kordinasi dan komunikasi ke semua lapisan masyarakat.

"Kita ingin merangkul semua elemen masyarakat untuk sama-sama memajukan Kelurahan Duri Timur ini. Sebagai orang baru disini, penting bagi saya untuk membenahi permasalahan internal yang ada. Kita tetap akan melanjutkan program Lurah sebelumnya dengan mengajak masyarakat untuk tetap memberikan kontrol sosial," tutupnya.***