
TELUKKUANTAN – RSUD Teluk Kuantan membagikan serangkaian jurus penting guna melindungi masyarakat dari ancaman bahaya kesehatan akibat kabut asap. Bencana kabut asap sudah melanda Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau dalam sepekan terakhir, seiring maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Direktur RSUD Teluk Kuantan, dr. Benni Antomy, Sp.An, mengungkapkan bahwa partikel halus dalam kabut asap mengandung zat berbahaya yang rentan mengganggu sistem pernapasan serta memicu iritasi fisik. Dampak yang kerap muncul antara lain mata perih dan berair, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, gejala mirip asma, pilek, hingga sesak napas.
Sebagai langkah perisai diri, RSUD Teluk Kuantan membagikan beberapa jurus utama yang dapat diterapkan masyarakat. Langkah awal dimulai dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker yang sesuai saat terpaksa keluar rumah.
"Serta menutup rapat pintu dan jendela agar polusi asap tidak mencemari bagian dalam rumah," kata dr Benni yang juga Ketua IDI Kuansing, Kamis (27/8/2026) di Telukkuantan.
Jurus berikutnya, lanjut dr Benni, menjaga hidrasi dengan memperbanyak konsumsi air putih, disertai kesadaran untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Perlindungan ekstra wajib diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, dan lansia agar keterpaparan mereka terhadap asap dapat diminimalkan semaksimal mungkin.
"Apabila muncul gejala berat seperti sesak napas atau rasa sakit di tenggorokan yang tak kunjung membaik, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," kata dr Benni.
Benni mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, seraya aktif berpartisipasi menjaga lingkungan sekitar agar tidak terjadi pembakaran lahan.***