
JAKARTA – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025), berubah ricuh hingga mengakibatkan jatuhnya korban. Tiga kader partai hijau tersebut mengalami luka serius akibat adu jotos dan lemparan kursi yang mewarnai pembukaan agenda lima tahunan itu.
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, mengonfirmasi dua kader mengalami luka berat dan satu kader lainnya luka ringan. Mereka berasal dari Pandeglang, Banten, dan Sulawesi Selatan.
“Satu kader mengalami sobek di bagian bibir hingga mengenai gigi, sementara satu lainnya mengalami sobek di pelipis kanan dan retak rahang atas,” jelasnya, Minggu (28/9/2025).
Dua korban luka berat saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, bahkan harus naik meja operasi. Sementara satu kader dengan luka ringan mendapat perawatan di rumah sakit daerah.
Kericuhan di muktamar terjadi saat sejumlah kader terlibat saling pukul dan melempar kursi. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait pemicu bentrokan di internal partai tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang kericuhan dalam forum politik nasional yang seharusnya menjadi ruang musyawarah. Publik pun mempertanyakan bagaimana PPP akan menjaga marwah partai jika di panggung muktamar justru terjadi adu fisik di depan banyak kader. ***