BENGKALIS, GORIAU.COM - Belum dibayarnya honor ribuan guru madrasah di Bengkalis, Riau bikin sedih para politisi di DPRD Bengkalis. Pasalnya, pengabdian guru untuk mencerdaskan murid khususnya di bidang agama, justru tidak mendapat apresiasi yang baik.

Sementara itu, anggaran selalu dikucurkan pemerintah. Permasalahannya hanya persoalan teknis yang tiap tahun selalu yang itu-itu saja.

Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Sofyan kepada wartawan, Senin (6/5/2013) menyayangkan belum dibayarnya honorer para guru madrasah di Bengkalis. Kalau dulu, kata Sofyan, SPj selalu saja menjadi alasan keterlambatan pembayaran honor tersebut, tapi kini dirinya tidak tahu lagu apa yang menjadi penyebab keterlambatan tersebut.

''Sekarang sudah masuk bulan lima, siapapun pasti bingung dan mengeluh kalau gaji tak dibayarkan selama 4 bulan. Makanya jangan heran kalau ada guru madrasah itu nyambil kerja serabutan, ya beginilah kondisinya,'' kata Sofyan.

Mantan guru madrasah itu juga mengatakan soal merosotnya bantuan hibah Pemkab Bengkalis kepada Kementrian Agama tahun 2013 ini. Jika tahun 2012 bantuan hibah sebesar Rp 29 miliar tahun 2013 turun menjadi Rp 26 miliar.

''Saya sempat tanyakan apakah ada pos bantuan lain selain yang Rp26 miliar itu, kata pejabat Pemkab Bengkalis tidak ada,” jelas Sofyan. (jfk)