JAKARTA, GORIAU.COM - Belum adanya putusan resmi terkait pengunduran Islamic Solidarity Games 2013 dari pemerintah, membuat panitia daerah masih berharap masih bisa ada perubahan. Mengingat sudah 80 persen persiapan yang telah dilakukan Riau sebagai tuan rumah hingga dua bulan jelang penyelenggaraan pada 6-17 Juni mendatang.

Harapan itu diutarakan Ketua Panitia Daerah yang juga Gubernur Riau, Rusli Zainal saat dihubungi wartawan akhir pekan ini. Menurut dia, kemungkinan untuk tetap bisa menggelar ISG sesuai jadwal itu masih terbuka setelah adanya pembahasan bersama dengan Kemenko Kesra. Hal ini, mengingat, ujar Rusli tidak ada hal-hal yang berarti yang belum disiapkan daerah sebagai penyelenggara. 

Sebelumnya, pemerintah telah meminta Islamic Solidarity Games Federation (ISSF) untuk menunda penyelenggaraan ISG hingga Oktober nanti. Namun, keputusan final baru akan dikeluarkan pemerintah secara resmi pada 22-23 April ini.

"Kami telah bekerja keras mempersiapkan ISG, bahkan sejak tiga tahun lalu sebelum Riau diputuskan menjadi tuan rumah oleh ISSF. Sebuah perjuangan panjang bagi Riau hingga terjadinya penandatanganan berkas penunjukkan pada Mei 2011. Termasuk juga persiapan dari segi anggaran yang dialokasikan untuk ISG dari APBD tidak sedikit. Untuk itu, kami masih berharap bisa melakukan amanah tersebut sesuai dengan Keppres nomor 15/2012," ujar Rusli, Minggu (7/4/13).

Menurut Rusli, alasan ketidaksiapan Riau karena terkendala dana ditampiknya, karena anggaran untuk penyelenggaraan ISG sebesar Rp 200 miliar yang dialokasikan dari APBN pun belum bisa digunakan, karena baru dicairkan pada 19 Maret lalu dari Kementerian Keuangan. "Jadi jelas ketidaksiapan anggaran tidak bisa menjadi alasan penundaan," ucapnya.

Opsi penundaan yang dikeluarkan pemerintah akhir bulan lalu, menurut Kemenpora disebabkan adanya dua masalah yang belum tuntas, yakni masih adanya hutang terkait Stadion Utama Riau sebesar Rp 240 miliar, serta kondisi beberapa venue pertandingan, seperti kolam renang yang belum memenuhi standar internasional.

Menpora, Roy Suryo beberapa waktu lalu mengatakan bahwa dirinya lebih baik menunda pelaksanan dari paksa memaksakan pelaksaan tapi dengan citra yang buruk nantinya. Pasalnya dia menilai pemerintah merupakan penanggung jawab ISG secara keseluruhan. "Kita tentu tidak ingin gagal seperti pelaksaan ISG di Iran," katanya.

Terkait dengan dana, menurut Roy, tertundanya pencairan anggaran penyelenggaraan ISG ini karena skema pelunasan Pemda Riau yang tersendat akibat status tersangka korupsi yang disandang Rusli.

Sementara itu, Ketua Pantia Pusat Anthony Soenarjo mengatakan bahwa pihaknya secepatnya akan melakukan koordinasi dengan panitia daerah untuk mem"push" rancangan anggaran biaya (RAB) secara terinci yang merupakan syarat pencairan anggaran ISG. "Jika RAB belum ada maka kita belum bisa menggunakan anggaran tersebut. Yah, bagaimana lagi," ucapnya. (pr)