PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyambut positif wacana Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) bila persiapan sebagian atlet yang dipersiapkan ke Asian Games XVIII Tahun 2018 di pusatkan di Bumi Lancang Kuning.

Berdasarkan kesepakatan, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games XVIII Tahun 2018. Venue (tempat pertandingan) eks Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 dianggap bisa menjadi prioritas untuk difungsikan.

"Kita menjadi salah daerah yang mendapat kehormatan menjadi pusat persiapan atlet Indonesia di Asian Games XVIII Tahun 2018. Venue yang kita miliki rata-rata sudah terakreditasi internasional," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Edi Satria kepada GoRiau.com, Minggu (4/1/2015).

Namun kendala yang akan dihadapi Pemprov Riau adalah perawatan yang maksimal untuk keberadaan venue-venue tersebut. Karena sebagian besar venue yang akan dipakai untuk kepentingan nasional tersebut sangat butuh perawatan.

Peninjauan sudah dilakukan oleh KONI Pusat dan perwakilan Satlak Prima akhir tahun 2014 lalu. Beberapa venue diantaranya seperti atletik, renang, bulutangkis mendapat aplaus dari mereka.

Seperti Venue Lapangan Menembak, Rumbai dan Stadion Utama, Panam. Jika Riau diberi kepercayaan menjadi tuan rumah pelatnas Asian Games XVIII 2018, kedua venue itu bisa di renovasi dan maksimal pengerjaan itu bakal rampung dalam waktu satu bulan," lanjut Edi.

Hal senada disampaikan Kabid Pusat Pembibitan dan Pembinaan Olahraga Daerah (PPOD) Dispora Riau, Sanusi Anwar. Menurutnya, venue-venue Riau yang megah dan sudah bertaraf internasional sudah selayaknya mendapat kehormatan difungsikan untuk kepentingan nasional.

"Kita layak mendapatkan itu. Kita memiliki venue yang rata-rata bertaraf internasional, dan bisa menyelenggarakan iven berkelas itu," kata Sanusi yang juga aktif di beberapa cabang olahraga andalan Riau ini.

Wacana pemusatan latihan sebagian atlet Indonesia di Riau juga disambut hangat oleh Kabid Olahraga Dispora Riau, Edwar Sanger. Menurutnya, wacana tersebut sangat memberikan nilai lebih kepada pembinaan olahraga di Riau.

Dimana para atlet, khususnya di Riau secara tidak langsung akan terpancing meningkatkan kualitas mereka. "Kita juga mendapatkan keuntungan atas dampaknya," ujar Edwar Sanger.

Meski belum ditetapkan secara resmi, namun wacana tersebut diharapkan bisa menjadi kenyataan. Ditambah perkembangan olahraga di Riau pasca PON XVIII Tahun 2012 sangat pesat.

Beberapa cabang olahraga mulai menampakkan prestasi perlahan-lahan. "Kita terus berbenah, apa yang menjadi keinginan masyarakat (prestasi, red) adalah upaya yang sedang kita geluti saat ini," sambung Edwar Sanger.***