
PEKANBARU - Kapolda Riau melalui wakilnya, resmi melantik dua pejabat utama (PJU) yang baru pada Kamis (30/11/2017) pagi, di aula Bengkalis Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru, diantaranya Direktur Lalu Lintas dan Direktur Polair serta Kapolres Inhil.
Salah satu posisi vital yang diganti, adalah Direktur Lalu Lintas Polda Riau yang kini resmi dijabat Kombes M Rudy Syarifuddin, menggantikan Kombes Tulus Ikhlas Pamoji. Walau baru di Riau, Rudy sebetulnya punya segudang pengalaman di lalu lintas.
Dia pun sudah mempersiapkan sejumlah program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ini penting, mengingat dalam hitungan beberapa pekan ke depan, bakal memasuki pergantian tahun, yang tentunya membutuhkan kerja maksimal dari jajaran Direktorat Lalu Lintas.
"Pertama Operasi Lilin dan tahun baru. Personel kita harus all out, jangan sampai masyarakat tidak nyaman dengan pelayanan kepolisian. Personel harus terjun semua ke lapangan, itu yang utama," tuturnya berbincang dengan GoRiau.com usai dilantik, Kamis pagi.
Fokus kedua, adalah memaksimalkan commander wish Kapolri, di mana salah satunya mendekatkan diri kepada masyarakat, sehingga masyarakat merasakan kehadiran polisi, khususnya Polantas ditengah-tengah mereka.
Tidak cuma dua point itu saja yang jadi perhatian Kombes Rudy, kondisi arus lalu lintas di Riau, terutama Kota Pekanbaru juga turut jadi perhatianya. Sebagaimana yang diketahui, pertumbuhan kendaraan cukup tinggi, namun tidak didukung infrastruktur yang baik.
"Sehingga perlu ada rekayasa lalu lintas agar arus lalu lintas lancar, sehingga kemacetan dapat terhindari. Saya sudah sempat lihat meski belum sepenuhnya. Kita akan bahas nanti, apakah kita berlakukan pengalihan, tutup atau one Way kan," tegas Dirlantas Polda Riau.
Berikutnya, adalah keberadaan Polantas di jalan raya yang bakal diintensifkan ke depan, di mana pos polisi atau simpul jalan kerap tidak ada aparat berjaga-jaga dan mengatur arus lalu lintas. "Itu juga kita intensifkan. Termasuk Pos polisi. Sayangkan, kalau pos dibangun bagus-bagus tapi kosong," tuturnya.
"Kita harapkan masukan apapun dari seluruh pihak, termasuk potensi Pungli. Kemudian maraknya anak sekolah yang belum cukup umur memakai kendaraan. Itu masalah klasik, kita akan lakukan operasi, bila perlu di depan sekolahnya," pungkas Rudy. ***