PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Pelalawan dikabarkan masih sangat rendah. Bahkan hanya sekitar 5 persen dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Untuk mendongkrak PAD Pelalawan itu, Satpol PP sebagai penegak Perda sekaligus petugas di lapangan, diinstruksikan untuk melakukan pendataan serta penertiban terhadap berbagai potensi pemasukan PAD Daerah," kata Kasatpol PP Nifto Anin pada wartawan, Selasa (24/9/2013).

Menurutnya, meskipun dengan personil yang terbatas namun Satpol PP Pelalawan akan semaksimal mungkin untuk melakukan penertiban terhadap potensi-potensi PAD yang selama ini terkesan dibiarkan.

"Apalagi Pak Bupati telah menginstruksikan ke Satpol PP sebagai petugas di lapangan untuk memaksimalkan potensi PAD," tegasnya.

Karena itu, sambungnya, tahap awal maka pihaknya akan melakukan pendataan terhadap badan-badan usaha yang ada di Ibukota Pangkalan Kerinci, lalu izin-izin usaha kemudian baru yang lainnya. Apalagi selama ini memang banyak potensi-potensi daerah ini yang bisa menjadi sumbangan PAD.

"Hanya saja, koordinasi antara Dinas dengan pihak Satpol selama ini kurang berjalan dengan baik. Mulai dari pajak, perizinan, parkir, pengelolaan limbah, pemasangan baleho dan reklame dan sebagainya, itu merupakan potensi rill PAD. Namun selama ini, koordinasi dari instansi-instansi terkait dengan Satpol PP sebagai penegak Perda jika ditemukan pelanggaran dan sebagainya masih kurang. Sehingga terkesan pelanggaran-pelanggaran selama ini dibiarkan saja," bebernya.

Saat ini, lanjut dia, selain melakukan pendataan terhadap potensi PAD,Satpol PP juga melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait seperti dinas dan lain sebagainya untuk dapat melakukan pendataan secara valid. Dan pihaknya akan serius soal ini, karena memang selain sudah diinstruksikan oleh Bupati Pelalawan juga Satpol PP Pelalawan sebagai petugas di garda terdepan dalam penegakan Perda akan melakukan tugas dan kewajiban guna meningkatkan sumbangan PAD bagi daerah ini.

"Paling tidak, jangan ada anggapan kita hanya berkutat dalam pembasmian Pekat di Pelalawan saja yang selama ini gencar kita lakukan, karena merespon keresahan masyarakat Pelalawan terhadap maraknya tempat-tempat maksiat yang ada di Pelalawan," pungkasnya.(ilm)