
PEKANBARU, GORIAU.COM - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2014 masih jauh dari harapan. Hingga saat ini, tercatat baru 12,69 persen realisasi keuangan, sementara untuk fisik baru sekitar 16 persen.
Untuk itu, Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun meminta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk menggesa serapan anggaran tersebut.
Namun tetap dengan catatan program fisik yang menyentuh masyarakat luas. Angka realisasi baik fisik maupun keuangan tersebut terdata hingga 20 Juni 2014 lalu. Dimana hasil tersebut mencuat pada saat Rapat Evaluasi dan Realisasi APBD Riau 2014, Senin (23/6/2014) lalu.
"Seluruh SKPD harus menggesa program fisik untuk mendongkrak serapan atau realisasi APBD jelang Perubahan. Namun tetap berpatok kepada program untuk kepentingan masyarakat luas," kata Gubri usai memimpin rapat tersebut.
Bahkan, Gubri berani mengatakan akan mengganti kepala SKPD terkait jika tidak bisa menyelesaikan program sesuai target yang dicanangkan. "Kalau tak sanggup, ganti," tegas Gubri.
Hadir dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Riau (Wagubri), H Arsyadjuliandi Rachman, Asisten I Kasiaruddin, Asisten II Wan Amir Firdaus, Asisten III Hardy Jamaluddin dan seluruh Asisten dan kepala SKPD di Lingkungan Pemprov Riau.
Gubri menginstruksikan agar penggesaan realisasi anggaran bisa dilakukan hingga pertengahan Juli mendatang. Dikarenakan untuk mempercepat proses pengesahan APBD Perubahan Provinsi Riau tahun 2014.
Gubri juga menekankan bahwa tidak akan memberikan disposisi atau menyetujui kegiatan SKPD dengan anggaran besar tetapi tidak menyentuh masyarakat. Sebut saja seperti perjalanan dinas, seminar, pelatihan dan sebagainya.
"Kalau tak berguna bagi masyarakat tak usah dibuat," kata Gubri.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, M Yafiz mengaku optimis bisa mengejar ketertinggalan serapan APBD tersebut. "Sesuai arahan Pak Gubernur, proses menggesa realisasi anggaran terus dilakukan," tandasnya.
Yafiz juga mengakui bahwa serapan APBD Riau jelang triwulan II masih rendah. Dikatakannya, Gubri tetap melihat efesiensi penggunaan program tersebut. "Pak Gubernur tidak ingin program yang dijalankan tetap sasaran dan tidak bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.***