
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Dearah Riau telah mengirim sejumlah pasukan untuk diperbantukan mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah kabupaten/kota khususnya Kabupaten Rokan Hilir yang sejauh ini terpantau memiliki banyak titik panas.
"Saat ini fokusnya masih di Kabupaten Rokan Hilir, karena di sana terbanyak ditemukan titik kebakaran lahan," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo kepada pers di Pekanbaru, Selasa (24/6/2014).Kemudian untuk daerah-daerah lainnya, kanjut kata Guntur, pasukan yang diterjunkan ada dari masing-masing resor. "Yang jelas kami akan terus melakukan monitor sebagai upaya mengantisipasi atau meminimalisasi terjadinya kebakaran lahan," katanya.Sesuai dengan tugas dan fungsinya, lanjut kata Guntur, kepolisian akan melakukan penindakan terhadap siapa saja yang melakukan perusakan atau membakar lahan dan hutan.Kepolisian Daerah Riau dalam beberapa pekan terakhir telah menangani 16 kasus baru untuk dugaan pembakaran lahan dan perambahan serta pembalakan ilegal."Dari sejumlah perkara ini, ada 30 orang tersangka yang juga diamankan. Saat ini masih dalam proses lebih lanjut," kata Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono kepada pers di Pekanbaru, Selasa siang.Ia menjelaskan, banyak dari para pelaku ditangkap saat melakukan aksi kejahatan kehutanan itu."Ada yang ditangkap saat melakukan pembakaran, ada juga yang melakukan perambahan dan pembalakan secara ilegal. Mereka diamankan dengan kelengkapan barang bukti," katanya.Menurut catatan kepolisian, sepanjang 2014 Polda Riau telah menangkap lebih dari 140 tersangka kejahatan kehutanan. (fzr)