
BENGKALIS, GORIAU.COM - Sekitar 300 hektar lahan sawah di Desa Api-api dan Desa Parit I Api-api, Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis terancam rusak. Kawasan sentra penghasil padi terbesar itu terendam air laut.
Terendamnya areal pesawahan berada bersebelahan dengan Selat Bengkalis itu disebabkan tanggul penahan tidak mampu lagi menahan air pasang masuk dan kondisi kanal terjadi pendangkalan. Saat ini ada sekitar 30 hektar lahan sawah di daerah tersebut rusak dan tidak mampu maksimal menghasilkan padi karena sudah terendam air laut.
"Ada 300 hektar yang ada di sana, puluhan hektar sudah terendam air asin (laut, red) pasang dan surut. Para petani sudah mengeluhkan persoalan itu dan berharap segera ada solusi," ungkap Kepala Desa Api-api Khairil Anwar kepada wartawan, Ahad (26/1).
Menurut Khairil, upaya yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi atau mencegah kerusakan lahan sawah dan mengancam produksi padi akibat terendam air laut itu, harus dilakukan pelebaran dan peninggian tanggul, kemudian kanal yang sudah terjadi pendangkalan segera dinormalisasi dan pemasangan pintu atau gate penahan air laut.
"Tanggul paling tidak harus setinggi dua meter dan dilebarkan, pengerukan kanal serta dipasang gate air asin masuk. Apabila itu bisa dilakukan, kemungkinan besar lahan sawah yang ada masih bisa terjaga dari air asin dan tidak terus meluas," katanya lagi.(jfk)