PEKANBARU, GORIAU.COM - Perusahaan kertas dan bubur kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membantu pemerintah mengatasi bencana kabut asap yang melanda Provinsi Riau dalam enam pekan terakhir, salah satunya mengerahkan personel untuk memadamkan kebakaran lahan yang menghanguskan ratusan hektare perkebunan kelapa sawit.

"Tim Pemadam Kebakaran (Fire Fighter) RAPP terus melakukan pemadaman di lahan yang terbakar guna mengurangi dampak kabut asap yang meliputi sebagian wilayah Riau dan sekitarnya," kata Sustainability and Fire Protection Head RAPP, Inra Gunawan kepada pers lewat pesan elektronik yang diterima, Kamis malam (6/3/2014).Dalam aktifitas pemadaman, Rabu lalu, di Desa Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, kata dia RAPP telah mengerahkan sebanyak 30 personil fire fighter untuk memadamkan lahan sawit yang luasnya hampir mencapai 100 hektare.Inra Gunawan mengatakan, jika lahan gambut tidak terkelola dengan baik kelembabannya, akan rentan terhadap bahaya kebakaran dan penyebaran api akan merambat sangat cepat. Menurut dia, tingkat kesulitan memadamkan api di lahan gambut yang memiliki kelembaban rendah, cukup tinggi ditambah jauhnya letak sumber air untuk dipompa sehingga memerlukan selang lebih panjang. Hal ini menurut dia akan mengakibatkan kurangnya tekanan air dipompa, kemudian pemadaman di malam hari akan beresiko tinggi kalau lahan gambut tidak memiliki pematang dan faktor arah angin yang berubah-ubah. Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk membantu pemadaman di lapangan.Sementara untuk menjaga kawasan hutan tanaman industri yang dikelola, RAPP senantiasa menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari, seperti penerapan teknologi ekohidro, sebagai pendekatan pengelolaan tata air pada lahan gambut yang memberikan manfaat bagi areal tanaman pokok dan areal kawasan lindung yang berada dalam konsesi.  Penerapan teknologi ini menurut dia secara luas memberikan manfaat keragaman hayati dan meminimalisir degradasi lahan gambut, dan pengurangan emisi karbon.Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) sebagai induk perusahaan RAPP menjadi pelopor dalam menerapkan pengelolaan hutan tanaman lestari secara bertanggung jawab. RAPP juga telah menerapkan pengelolaan lahan tanpa bakar atau "No Burn Policy" sejak 1994 serta juga telah mengadopsi pendekatan bentang alam untuk pengembangan hutan tanaman, dengan memaksimalkan manfaat ekonomi, sosial dan ekologi.Dalam apel siaga penanggulangan kabut asap di Riau, pada Rabu (5/3) yang lalu, RAPP juga mengerahkan lebih dari 600 personil fire fighter yang diperkuat 3 unit helikopter, 1 unit airboat, dan puluhan unit pompa air turut mendukung satgas penanggulangan kebakaran lahan di Riau. Kesiapsiagaan tim dari RAPP itu langsung ditinjau oleh Gubernur Riau Annas Maamun, Kapolda Riau, Brigjen Condro Kirono, Danrem 031 WB Brigjen TNI Agus Irianto, Danlanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Andyawan, dan bahkan Menteri Kehutanan pun sempat melakukan tinjauan lingkungan melalui udara dengan menggunakan helikopter yang didukung oleh RAPP. (fzr/ant)