BANGKINANG, GORIAU.COM - Perusahaan Korea akan segera mengubah limbah sawit menjadi sumber energi potensial yang ramah lingkungan. Kepastian ini diperoleh setelah adanya MoU dengan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau beberapa waktu lalu. Dan tadi siang, Senin (12/11/2012) rombongan investor Korea ini melakukan presentase sebagai bukti keseriusan mereka menggarap sumber energi yang selama ini disia-siakan Indonesia.

Selain dihadiri Bupati Kampar, H Jefry Noer, presentase investor Korea kini juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kampar H Syafrizal Rahim, Wakil Ketua Hj Eva Yuliana Jefri Noer dan H Yurjani Moga serta anggota DPRD Kampar Ahmad Fikri dan Catur Sugeng Susanto serta Asisten II di jabat Setdakab Kampar H Zulfan Hamid, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Arizon, Kepala Dinas Perikanan Ali Zabar Bupati menyimak pemaparan dari Oh Chang Ho dari perusahaan Daekyung Esco Co Ltd, Choe Soon Yong dari Syung Jin Electrict Co Ltd dan Lee Sang Moo dari Gihong Co Ltd di ruang rapat Bupati Kampar, di Lantai II, Kantor Bupati Kampar, di Komlek Kantor Bupati Kampar di Bangkinang.

Dua hal pokok presentasi dari perusahaan Korea tersebut adalah membicarakan investasi dibidang kelistrikan dan produksi pakan ikan. Yang menarik dari pembicaraan bupati dengan pihak investor itu adalah memproduksi listrik dengan memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit (PKS). Pro Oh Chang Ho dari Daekyung Esco Co Ltd mengungkapkan, pemanfaatan limbah berupa cangkang sawit dan tandang kosong (tangkos) diharapkan menghasilkan energi listrik berupa biogas dan bio mas.

Dikatakan Oh Chang Ho, proyek listrik dari biogas dan bio mas ini mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Korea. Proyek ini menurut rencana akan dilaksanakan di Kabupaten Kampar karena potensi limbah dari PKS Kampar sangat menjanjikan untuk dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik serta pemasaran yang menjanjikan. Latar belakang pemanfaatan limbah ini menurutnya karena persediaan minyak dan batu bara di dunia sudah semakin berkurang. Disamping itu Oh Chang Ho menuturkan, pemanfataan limbah PKS ini lebih efisien.

Sementara itu, terkait rencana investasi untuk pembuatan pakan ikan, menindaklanjuti MoU yang telah ditandatangani di Jakarta, saat ini telah dilakukan pra studi kelayakan di Korea. Rencananya pra studi akan dibawa ke Kampar dan akan dipresentasikan dilapangan. Seterusnya, pada 16-20 November nanti dilanjutkan dengan pembuatan rencana bisnis setelah kunjungan Bupati dari Korea.

Pihak investor aKan mengirimkan beberapa tenaga dari Korea selama lebih kurang satu bulan melaksanakan studi di Kampar. Selanjutnya Februari 2013 akan dibentuk perusahaan konsorsium dan selanjutnya proses pembangunan pabrik. Menanggapi presentasi dari pihak investor, Bupati Kampar H Jefry Noer kepada wartawan usai pertemuan mengungkapkan, dengan adanya investasi dibidang kelistrikan ini diharapkan kedepan Kampar bisa menghasilkan listrik dari biogas dan biomas baik untuk industri maupun masyarakat.

''Kebutuhan listrik kita masih tinggi. Jadi nanti kita akan menghasilkan listrik baik untuk industri maupun untuk masyarakat. Untuk masyarakat 2x10 mega watt atau 2x20 megawatt," ujar Jefry. Bupati juga berharap Kampar berhasil dalam pemanfaatan limbah PKS ini menjadi sumber energi listrik. Dengan demikian Kampar juga bisa memperoleh dari dana Kementrian Pertambangan dan Energi.

Sementara berkaitan dengan investasi untuk pembangunan pabrik pakan ikan, diharapkan masyarakat semakin berlomba-lomba untuk membuka usaha memelihara ikan. Dengan adanya pabrik pakan ikan di Kampar, masyarakat bisa terbantu dengan mendapatkan pakan ikanyang lebih murah dari harga di pasaran saat ini.

''Sekarang kita berupaya sediakan pakan ikan murah dari investasi Korea ini yang tentunya proteinnya lebih tinggi dari sekarang. Kedepan Korea juga akan tampung hasil produksi. Inysa Allah kalau memang jadi kita akan bisa rasakan bagaimana geliat perekonomian di Kampar, target produksi ikan di Kampar 30 ton perhari, ini luar biasa," beber Jefry.

Dalam pertemuan kemarin Bupati juga mengungkapkan, pada akhir 2013 nanti dari investasi ini Kampar sudah bisa produksi pakan ikan sendiri sehingga masyarakat sudah bisa mendapatkan pakan ikan berkualitas dengan harga relatif lebih murah. Dalam jangka pendek pakan ikan untuk sementara akan produksi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

Kemudian mengenai investasi pemanfaatan limbah PKS untuk dijadikan listrik, salah satu perusahaan yang telah bersedia membeli tenaga listrik tersebut adalah PTPN V. Dikatakan, PTPN V sendiri saat ini telah memiliki 8 PKS dari 35 PKS yang ada di di Kabupaten Kampar. ''Kita akan langsung action karena PTPN V dan masyarakat sudah butuh," beber Bupati. Usai pertemuan kemarin rombongan investor dari Korea langsung meninjau rencana pemanfaatan limbah PKS di PTPN V di Tandun. (rif)