PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke 32 tingkat Riau di Rohul kemarin, salah seorang mahasiswi Akadaemi Komunitas Negeri (AKN) Pelalawan, Dwi Rahmayani, berhasil meraih peringkat Harapan 1 dalam bidang Musabaqah Menulis Ilmiah Qur'an (M2IQ).
"Ini merupakan prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi kampus dan mahasiswi kita, karena meski ini pertandingan yang baru pertama kali diikuti namun telah mampu menorehkan prestasi dengan meraih harapan 1," terang Wakil Direktur III Bidang Kerjasama AK Pelalawan, Yumisri S.Sos.I, pada media ini, Kamis (22/8/2013).
Yumisri mengatakan bahwa kegiatan M2IQ ini, secara nasional termasuk di beberapa daerah yang mengikutinya, pada awalnya bertitel Musabaqah Menulis Kandungan al-Qur'an (M2KQ). Tapi apapun namanya, kegiatan itu diniatkan sebagai arena tempur bagi bibit-bibit pengkaji al-Qur'an untuk mengeksplorasi kedalaman ayat-ayatnya. "Karena itu, apa yang diraih oleh mahasiswa kami jelas merupakan kebanggaan tersendiri bagi kampus AKN Pelalawan ini," katanya.
Itu sebabnya, sambungnya, ajang M2IQ itu menjadi sangat urgen apalagi melihat situasi krusial saat ini. Artinya, jika peminat eksplorasi kandungan al-Qur'an sepi maka bukan hal yang mustahil nantinya Al-Qur'an hanya akan menjadi teks bacaan yang miskin amaliah.
"Jelas kami sebagai umat Islam tak ingin terjadi seperti itu," ujarnya seraya mengatakan bahwa M2IQ sebagai penulisan ilmiah memang merupakan domain mahasiswa yang berada di perguruan tinggi.
Disinggung soal pembinaan bagi bidang M2IQ ke depannya, Yumisri mengatakan bahwa pihaknya pasca diperolehnya kemenangan anak didiknya ini telah koordinasi dengan Kasie Mapenda Kemenag Pelalawan, Dr H Edi Iskandar. Menurut Edi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenag Pelalawan agar dilakukan pembinaan untuk bidang M2IQ ke depannya.
"Dengan begitu, kita berharap bidang M2IQ ke depannya akan mampu meraih peringkat pertama dalam gelaran MTQ Riau berikutnya," tegasnya seraya mengatakan dari Kampus AKN Pelalawan sendiri sudah berencana akan memberikan reward atau penghargaan bagi Dwi atas prestasi yang diraihnya ini.
Terpisah, Dwi Rahmayani, menyatakan kegembiraannya saat dirinya mampu meraih juara Harapan 1 dalam gelaran pertandingan yang pertama kali diikutinya ini. Diakuinya, bahwa kesulitan yang dihadapinya saat bertanding adalah kurangnya referensi penulisan yang memperkuat tema yang diangkatnya pada MTQ Riau kemarin.
"Referensi buku yang kurang, Bang, karena bidang M2IQ adalah penulisan ilmiah. Jadi memang harus banyak baca buku, dan itu otomatis harus didukung dengan referensi atau tafsir-tafsir yang akan memperkuat tulisan kita itu," kata Dwi seraya mengatakan ada dua tema yang diangkat dalam MTQ Riau kemarin untuk bidang M2IQ yakni soal Multikulturalisme serta soal Akhlak dan Keteladanan.
Ditambahkannya, dirinya selaku mahasiswa mengharapkan agar perpustakaan daerah Pemkab Pelalawan makin memperbanyak bacaan-bacaan soal tafsir. Hal ini agar para mahasiswa atau kafilah-kafilah yang akan mengikuti perlombaan M2IQ dalam gelaran lomba MTQ baik tingkat lokal maupun nasional, makin banyak memiliki referensi atau bahan yang bisa ditulis.(ilm)