SELATPANJANG – Ratusan warga bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Forkopimda menggelar aksi gotong royong massal menyisir pusat Kota Selatpanjang. Langkah taktis ini difokuskan untuk membersihkan fasilitas umum dari penumpukan limbah berbahaya.

Aksi bersih-bersih lingkungan yang dipusatkan di Taman Cik Puan ini dilaksanakan bersempena Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kamis (11/6/2026).

Atasi Persoalan Sampah Kota

Pemerintah daerah menegaskan penanganan masalah sampah harus dilakukan secara masif karena dampaknya merusak berbagai sektor kehidupan warga.

"Menjaga lingkungan bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi tanggung jawab moral dan sosial bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang," ujar Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin.

Menurutnya, tumpukan sampah yang dibiarkan tidak hanya merusak keindahan tata kota, tetapi juga memicu pencemaran air dan udara, merusak ekosistem, serta mengganggu stabilitas sosial ekonomi masyarakat.

Sapu Bersih Ruas Jalan Protokol

Usai menggelar apel komitmen, para peserta gotong royong langsung bergerak mengumpulkan sampah yang berserakan di ruang publik. Gerakan di lapangan dibagi ke dalam beberapa fokus kerja:

  • Sterilisasi Taman Kota: Membersihkan area Taman Cik Puan sebagai ikon berkumpulnya masyarakat Selatpanjang.
  • Penyisiran Jalan Utama: Menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat kota untuk mengangkut sampah plastik dan limbah padat.
  • Edukasi Perilaku: Menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di fasilitas umum.

Sinergi kuat antara aparat dan warga ini diharapkan mampu memicu kesadaran jangka panjang dalam menjaga kebersihan lingkungan kota secara mandiri. ***