SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan penanaman dua juta pohon sebagai bagian dari pembentukan budaya baru dalam menjaga kelestarian alam. Langkah strategis ini dicanangkan untuk menciptakan kawasan yang lebih bersih, sehat, dan hijau secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin saat memimpin Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Taman Cik Puan, Kamis (11/6/2026).

Gerakan Menanam Dua Juta Pohon

Pemerintah daerah menilai aksi penghijauan secara masif menjadi solusi nyata yang mendesak untuk meredam dampak buruk perubahan iklim global di tingkat daerah.

"Jadikan ini sebagai budaya baru yang beretika dalam menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan bumi menuju Indonesia Emas," kata Muzamil Baharudin.

Sebagai wujud keseriusan, penanaman pohon langsung dilakukan secara simbolis oleh jajaran pemerintah bersama unsur Forkopimda usai pelaksanaan apel.

Empat Pilar Budaya Baru Lingkungan

Untuk mencapai target lingkungan berkelanjutan menuju Indonesia Emas, masyarakat diajak mengubah kebiasaan harian secara konsisten melalui beberapa langkah konkret:

  • Pengurangan Plastik: Membatasi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas rumah tangga dan pasar.
  • Budaya Gotong Royong: Menghidupkan kembali aksi goro massal sebagai tanggung jawab moral dan sosial bersama.
  • Pengelolaan Produktif: Mengolah sampah dan limbah agar bernilai guna dan tidak merusak ekosistem.
  • Penghijauan Masif: Menyukseskan gerakan penanaman pohon dengan target dua juta batang di kawasan hijau.

Pemerintah daerah berharap seluruh elemen warga dapat menjadikan poin-poin tersebut sebagai prinsip hidup demi menjamin masa depan generasi mendatang. ***