
PEKANBARU – Wakil Ketua Komisi III DPRD Riau, Karmila Sari, berharap semua pihak mulai memberikan perhatian kepada anjungan Riau yang ada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Pasalnya, kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau ini, aset Riau di TMII merupakan aset yang potensial untuk mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kategori retribusi, selain dari Wisma Riau di kawasan Slipi.

Tahun ini, jelasnya, Pemprov Riau sudah menganggarkan dana Rp 1,2 M untuk perbaikan. Dia berharap ada support dari pihak swasta dan kabupaten lain untuk meningkatkan kenyamanan di anjungan Riau ini, supaya orang lebih tertarik memakai aset tersebut.
Sejauh ini, menurut Karmila, objek retribusi baru untuk anjungan depan dan bagian yang lain belum mendatangkan retribusi.
"Secara potensi anjungan ini sudah cukup bagus dibawah pengelolaan Pak Zulfikar yg sdh bekerja di sana selama 12 tahun. Apalagi, beliau merupakan pengurus Kadin Pusat, jaringannya sdh banyak dimanfaatkan untuk kemajuan anjungan ini," kata Karmila, Sabtu (12/3/2022).
Bahkan, lanjutnya, di anjungan Riau sudah ada videotron yang dipasang oleh Diskominfo melalui Badan Penghubung Riau. Videotron ini dalqm waktu dekat akan kerjasama dengan Korea Selatan untuk penayangan promosi mereka.
"Mungkin nanti perlu ditambah lagi untuk meningkatkan minat negara lain," tambahnya.
Selain itu, dia mengharapkan kabupaten kota yang ada di Riau untuk menampilkan miniatur objek wisata andalan ataupun budaya khas masing-masing di ruangan museum, termasuk produk UMKM Khas Riau di Galeri yang sudah disiapkan.
"Termasuk galeri Dekranasda harus diramaikan lagi agar produk oleh-oleh khas Riau bisa langsung dibeli oleh pengunjung, terutama pada saat iven-iven besar diadakan di anjungan Riau TMII ini," tuturnya.
Saat ini, sudah ada miniatur sampan pacu jalur yang dinilainya sangat 'instagramable' dan sudah sering dijadikan sebagai objek foto.
"Pengelolaan Anjungan Riau di TMII ini harus dikelola secara bersama, tidak hanya pemerintah, namun juga swasta dan asosiasi-asosiasi yang ada. Karena anjungan ini simbol Riau apalagi posisinya sangat strategis," terangnya.
"Gerak cepat kita untuk mensupport keberadaan dan kelengkapan fasilitas sangat dibutuhkan. Perbaikan di rumah adat juga diperlukan untuk keamanan pengunjung karena sering dijadikan untuk foto prewedding, dan lainnya. Banyak sekali potensi di sana termasuk pemanfaatan panggung pentas, genset dan galeri UMKM dekranasda," tutupnya. ***