PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Jika disetujui, puluhan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang ada di Pelalawan bisa menggunakan BBM bersubsidi. Untuk mewujudkan itu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Pelalawan telah mengeluarkan merekomendasi agar ke instansi terkait.

"Kalau tak ada rekom dari dinas bagaimana masyarakat desa bisa menikmati listrik dari PLTD setempat. Atau bagaimana pula masyarakat yang berada di sepanjang sungai Kampar melakukan transportasi kendaraan sungai mereka. Jadi memang ada PLTD yang kita berikan surat rekomendasi untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU," terang Kadis Perindag dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Pelalawan Drs H Zuerman Das, MM, Selasa (29/1/2013).

Zuerman mengatakan bahwa sampai saat ini ada 44 PLTD yang tercatat meminta rekomendasi, namun yang sudah memperpanjang baru 35 PLTD. ‘’Per PLTD maksimal bisa membeli 8 ribu liter BBM tiap bulannya di SPBU. Jadi dengan kemudahan itu pula kebanyakan PLTD yang ada di kecamatan dan desa itu bisa beroperasi dengan baik sehingga masyarakat juga bisa menikmati listrik meski tidak full 24 jam.

"Pemberian rekomendasi pada PLTD dan masyarakat pesisir tidak asal dikeluarkan dan melalui proses yang cukup panjang," tandasnya.

Jadi rekom itu, sambungnya, berdasarkan verifikasi yang ketat. Mulai dari desa, camat, Polsek setempat hingga ke SKPD terkait. Misalkan penggunaan BBM subsidi untuk PLTD tentu juga harus ada rekom Distamben sesudah itu barulah rekomendasi itu dikeluarkan Perindag. Dan ini juga termasuk rekom bagi masyarakat pesisir Sungai Kampar seperti Langgam, Pangkalan Kerinci, Teluk Meranti, Kuala Kampar, Pelalawan dan lainnya.

"Di daerah ini setidaknya terdapat 13 SPBU dan 3 APMS yang sebagai lokasi pembelian BBM subsidi bagi pemegang rekom tersebut," katanya sambil mengingatkan diingatkan jika terjadi pelanggaran, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mencabut perizinan sementara penggunaan BBM bersubsidi tersebut. (ilm)