
PEKANBARU, GORIAU.COM - Semalam suntuk menggelar razia penertiban aksi balap liar jalanan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru berhasil menjaring sebanyak 28 unit sepeda motor, serta 23 orang pengendara. Mirisnya, mayoritas mereka adalah pelajar aktif, baik setingkat SMP hingga SMA.
Razia yang digelar Polresta Pekanbaru sejak pukul 22.00 WIB, Sabtu (20/6/2015) tengah malam, hingga Minggu (21/6/2015) subuh ini dilakukan disejumlah ruas jalan diantaranya Cutnyakdin, Pattimura, Diponegoro, Jenderal Sudirman, Ronggowarsito dan jalan Hangtuah, serta beberapa kawasan lainnya.
Pada giat kali ini, 28 unit sepeda motor berhasil diamankan, dengan total 23 orang pengendara. Bahkan ada beberapa kendaraan ditinggal pemiliknya yang kabur dari kejaran petugas. Bahkan polisi juga sempat terlibat aksi kucing-kucingan dengan sejumlah pengendara. Sebagian mereka juga ada yang nekat menerobos jalan yang berlawanan arah.
"Ini hari kedua kita laksanakan. Sebelumnya 39 unit kendaraan kita sita, malam ini operasi kita bagi jadi dua waktu, tadi sebelumnya kita amankan sembilan orang dan hingga tuntas ada total 23 orang dengan 28 unit motor. Semuanya kita data. Mereka kita beri tilang dengan rentang waktu satu bulan," kata Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Zulanda, usai menggelar operasi penertiban, Minggu subuh.
Yang membuat prihatin, mayoritas dari pembalap liar ini ternyata masih kalangan pelajar. Ada yang masih Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA). "Benar, sebagian mereka ini masih pelajar aktif. Bahkan kita lihat tadi ada yang masih kelas enam SD," tutur Kompol Zulanda kepada GoRiau.com.
Setelah penertiban usai, seluruh kendaraan yang tertangkap lalu diangkut ke Mapolresta bersama dengan pemiliknya. Semuanya sempat mendapat ceramah gratis dari pihak kepolisian, lantaran aksi balap liar yang mereka perbuat sangat menganggu masyarakat, khususnya pengguna jalan. Belum lagi bunyi bising dari suara knalpot racing yang sengaja dimodifikasi. (had)