PEKANBARU - Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Hingga Rabu (5/8/2026), operasi penanganan masih difokuskan pada empat titik api yang tersebar di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) dengan kondisi medan yang menantang.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto memaparkan, dari empat lokasi prioritas tersebut, satu titik di Kabupaten Inhu telah berhasil dipadamkan secara tuntas, sementara tiga lainnya masih dalam tahap pemadaman intensif oleh tim gabungan.

Akses Sulit dan Vegetasi Kering Jadi Kendala

"Tim Manggala Agni terus melakukan pemadaman dan pendinginan di seluruh titik yang masih aktif. Kendala di lapangan masih didominasi akses menuju lokasi kebakaran yang cukup jauh, kondisi vegetasi yang mudah terbakar, serta pengaruh angin," urainya.

Lokasi dengan penanganan terlama berada di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Memasuki hari keenam operasi, api telah menghanguskan sekitar 15 hektare lahan. Tim harus menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan roda dua selama 45 menit, disusul berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menuju titik pusat api dengan membawa peralatan.

Hujan berintensitas sedang sempat mengguyur lokasi tersebut selama kurang lebih setengah jam. Meski begitu, Ferdian menyebut sisa bara api masih membutuhkan penanganan khusus agar tidak kembali membesar.

"Curah hujan memang cukup membantu menurunkan intensitas api, tetapi belum cukup untuk memastikan seluruh bara benar-benar padam. Karena itu pemadaman lanjutan dan pendinginan tetap kami lakukan agar tidak terjadi penyalaan kembali," jelasnya.

Dukungan Helikopter Water Bombing

Selain di Kelurahan Kerumutan, karhutla juga melanda kawasan Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. Memasuki hari kedua operasi, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare. Padatnya vegetasi ilalang kering memicu kepulan asap pekat, ditambah arah angin yang berubah-ubah sehingga menyulitkan pergerakan petugas di lapangan.

Sementara itu, tim yang bertugas di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Siberida, Kabupaten Inhu menorehkan hasil positif dengan berhasil memadamkan titik api seluas 1,5 hektare pada hari kedua penanganan. Walau sempat terkendala minimnya pasokan sumber air, seluruh bara api sukses dikendalikan sepenuhnya.

Di lokasi berbeda, tepatnya di Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Inhu, karhutla dengan estimasi luas 20 hektare masih dalam proses penanganan intensif. Ferdian memastikan perkembangan positif mulai tampak usai kepala api di sisi selatan berhasil dikuasai. Operasi udara turut dimaksimalkan dengan pengerahan dua unit helikopter water bombing yang terus bermanuver memuntahkan air ke pusat api.

"Sinergi seluruh unsur darat dan udara terus kami optimalkan agar titik-titik api yang tersisa dapat segera dipadamkan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi cuaca masih mendukung terjadinya kebakaran," pungkasnya. ***