PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen mengelola Blok Siak, pasca berakhirnya kontrak dari PT CPI. Dua BUMD Riau yang memiliki core bisnis Migas, PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dan PT Riau Petroleum (PT RP) berpeluang mengelolanya.
Keyakinan akan kemampuan dua BUMD Riau itu dalam mengelola Blok Siak, diungkapkan Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setdaprov Riau Irhas Irfan, Rabu (5/12/2012) di kantornya. "Karena kedua perusahaan ini, memiliki core bisnis di bidang Migas," ujarnya kepada riauplus.com sebagaimana dikutip www.goriau.com.
Tidak hanya itu lanjut Irhas, karena Blok Siak ini berada diantara beberapa kabupaten/kota, maka Pemprov Riau sendiri memiliki wewenang untuk menentukan perusahaan mana yang berhak sebagai pengelola Blok Siak ke depan.
"Yang jelas aturan main di Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian ESDM mengatakan, pemerintah daerah diperkenankan untuk ikut mengelola, melalui badan usaha milik daerah (BUMD)," tegasnya.
Ketika ditanyakan dari dua BUMD ini yang paling berpeluang untuk mengelola Blok Siak, Irhas tidak bisa menjelaskannya lebih jauh. Menurutnya, semua itu tergantung dengan rekomendasi Gubernur Riau.
Saat ini papar Irhas, prosesnya sedang berlangsung. Nantinya, Pemprov Riau akan mengajukan penawaran langsung atau join studi pengelolaannya melalui Ditjen Migas ESDM.
Seperti yang diketahui, selama ini Blok Siak dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia ( PT CPI). Namun, kontrak pengelolaan itu akan berakhir pada tahun 2013 mendatang.
Kemungkinan, Pemprov Riau tidak akan memperpanjang kontrak tersebut. Karena, Pemprov merasa yakin dengan keberadaan BUMD memiliki core bisnis Migas seperti PT SPR dan PT RP yang sudah berpengalaman di bidangnya. (rpc)