SELATPANJANG, GORIAU.COM - Meski sudah mendapat jalan baru (pengerasan jalan, red) dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) sepanjang 12 KM antara Desa Tanjung Padang ke Desa Putri Puyu, masyarakat Pulau Padang masih meminta tambahan. Pasalnya, untuk menghubung semua desa di Pulau itu masih diperlukan sekitar 5KM lagi.


Sebagaimana pernyataan Camat Tasikputri Puyu Fakhrurrozi SSos dalam sambutannya ketika menghadiri peresmian dan serah terima bantuan jalan serta kabel listrik dari PT RAPP untuk Desa Tanjung Padang - Desa Putri Puyu, di Desa Putri Puyu, Kamis (9/4/2015). Kata Fakhrurrozi, di Pulau Padang ini masih ada jalan yang terbengkalai sekitar 5KM.
Untuk itu, masyarakat Pulau Padang mohon agar PT RAPP melanjutkan pembangunan jalan sebagaimana pengerjaan jalan sepanjang 12 KM itu. "Kalau sudah tuntas Jalan Poros itu, maka akan mudah akses ke semua daerah di Pulau Padang. Itu harapan masyarakat," kata Fakhrurrozi.
Selain jalan poros, Fakhrurrozi juga meminta agar PT RAPP segera mungkin merealisasi dan menuntaskan program tanaman kehidupan untuk kesejahteraan masyarakat. Kata Oji pula, untuk di Tasik Putri Puyu saja, ada sekitar 600 hektar yang harus ditanami tanaman kehidupan, namun hingga saat ini baru ada sekitar 60 hektar. "Baru sekitar 10 persen, mohon ini segera dituntaskan," ujar Oji pula.
Selain itu, kepada masyarakat Oji juga meminta untuk selalu menjaga keamanan dan keharmonisan dengan perusahaan yang beroperasi di Pulau Padang. Warga diminta menjaga keamanan investasi. "Kalau sudah aman investor akan masuk, kalau harmonis antara masyarakat dengan investor maka Tasikputri Puyu ini akan cepat maju," tambah Oji.
Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur PT RAPP, Mulya Nauli, menanggapi permintaan warga atas kebutuhan jalan poros yang tersisa 5KM itu. Menurut Mulya, usulan itu tetap mereka terima, namun untuk saat ini perusahaan berharap agar semua masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang mereka serah terimakan itu.
"Kami perlu bimbingan dan masukan dari seluruh unsur. Kami mau menjadi bagian dari masyarakat Meranti, kami mau menjadi anak, bukan pendatang di sini," kata Mulya di hadapan ratusan masyarakat Pulau Padang.(zal)