RENGAT, GORIAU.COM -Harapan Masyarakat Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) untuk meneruskan pengerjaan cetak sawah baru seluas 50 Hektare tersebut sepertinya kandas.

Pasalnya, sesuai keputusan Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Kehutanan Inhu dan Tipikor Polres Inhu, proyek pengerjaan ceak sawah tersebut harus dihentikan untuk sementara waku guna melakukan pencocokan terhadap titik koordinat kawasan hutan tersebut.

Sebab selama ini terjadi kesimpang siuran terhadap status lahan yang untuk lokasi cetak sawah itu. Turunnya tim gabungan Dishut Inhu bersama Tipikor Polres Inhu itu didampingi oleh Jafri selaku Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan.

Ketua Poktan Tunas Harapan Desa Alim Jafri, Selasa (10/12/2013) sore mengatakan bahwa, dirinya beserta dengan pengurus Poktan lainnya ikut bersama dengan tim gabungan Dishut dan Tipikor melakukan cek lokasi cetak sawah tersebut untuk memastikan keberadaan atau status lahan yang akan dijadikan lahan sawah.

Namun tim belum dapat memastikan apakah lokasi cetak sawah tersebut masuk kedalam hutan kawasan atau tidak, untuk membuktikan ini perlu dilakukan pengkajian kembali, hal ini tentu dengan menentukan titik kordinatnya, sebut Jafri.

Sebelumnya alat berat yang digunakan untuk pembersihan areal sudah bekerja dilokasi, setelah itu barulah akan memasukan alat berat Exsavator untuk mengerjakan cetak sawah, namun alat berat terpakasa kita stop samabil menunggu hasil penetapan titik kordinat yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut.

"Jika nantinya lahan yang dijadikan areal cetak sawah tersebut termasuk kedalam kawasan hutan lindung, maka cetak ini tentu akan gagal dilaksanakan. Namun jika sebaliknya, maka proyek cetak sawah tersebut semoga bisa dilanjutkan", terang Jafri tegas.

Sementara itu Kadishut Inhu Ir. Suseno Adji hingg berita ini dimuat belum bisa dikomfirmasi, ketika dihubungi selulernya dalam keadaan tidak aktif. (jef)