PEKANBARU, GORIAU.COM - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pelalawan mengklaim adanya peningkatan produksi pangan hingga 15 persen pada tahun 2012. Angka itu dipastikan meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai tujuh persen saja.

"Jadi jika tahun ini ada penghargaan lagi, kita pasti dapat juga. Tahun lalu hanya tujuh persen, kita diberi penghargaan. Tahun 2013 ini pasti meningkat lagi, karena dasar pemberian penghargaan melihat peningkatan produksi diatas lima persen," terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pelalawan, Atmonadi, pada media ini, Senin (9/9/2013).

Atmonadi menjelaskan bahwa terkait produksi pangan cukup menggembirakan. Pasalnya, setiap tahun penghasilan padi menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Gabah yang diandalkan yakni dari Kecamatan Kuala Kampar, dimana hampir 90 persen warga berprofesi sebagai petani dan menanam padi.

"Di tahun 2011, sebanyak 37,8 ribu ton gabah dihasilkan dari Kuala Kampar. Sedangkan, tahun 2012 meningkat menjadi 45 ribu ton," katanya.

Produksi itu, sambungnya, dinilai masih dapat dipacu mengingat lahan pertanian aktif di Kuala Kampar mencapai tujuh ribu hektar dari lahan potensial seluas 11 ribu hektar. Namun kendala saat ini terletak pada peralatan yang digunakan oleh petani yang sampai saat ini masih manual atau tradisional.

"Padahal, jika dirata-ratakan, satu Kepala Keluarga (KK) mengerjakan lahan di atas lima hektar dan bahkan ada yang sampai 30 hektar," tandasnya.

Ditambahkannya, melihat kondisi itu maka dibutuhkan alat yang lebih canggih atau modern dalam mengolah lahan pertanian. Karena itu, pihaknya saat ini sedang mengupayakan program mekanisasi dalam tahun ini hingga tahun depan. Dengan kata lain, semua peralatan pertanian akan ditingkatkan lagi agar produksinya semakin meningkat juga.(ilm)