PEKANBARU, GORIAU.COM - Produksi padi, jagung dan kedelai Riau selama tahun 2012 mengalami penurunan secara siginifikan. Penurunan produksi tiga komoditi pertanian ini akibat adanya penurunan luas areal panen dan penurunan produkstivitas petani secara secara signifikan.

Menurut berita resmi BPS Riau februari 2013, produksi padi Riau tahun 2012 adalah sebesar 512.152 ton padi Gabah Kering Giling (GKG) atau menurun sebesar 23.636 ton (4,41 persen) dibanding produksi tahun 2011. Penurunan produksi terjadi karena adanya penurunan luas panen sebesar 1.227 hektar atau 0,84 persen disertai dengan penurunan produktivitas yang cukup siginifikan, yaitu sebesar 1,33 kuintal/hektar (3,60 persen) dibanding tahun 2011.

"Berdasarkan musim panen tahun 2012, Penurunan luas panen terbesar terjadi pada realisasi panen periode Januari-April sebesar 8.306 hektar, turun 10,71 persen dibandingkan dengan luas panen pada periode yang sama tahun sebelumnya," jelas Kepala BPS Riau Mawardi Asyad kepada sejumlah wartawan. Selain padi, produksi jagung tahun 2012 juga mengalami penurunan cukup siginikan sebesar 1.764 ton atau 5,31 persen dibanding tahun 2011. Produksi jangung tahun 2012 adalah sebesar 31.433 ton GKG. Penurunan disebabkan karena menurunnya luas panen sebesar 855 ha atau turun 6,05 persen, sedangkan tingkat produktivitas masih ada peningkatan sebesar 0,18 kuintal per hektar, (naik 0,77 persen) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan musim panen, penurunan luas panen jagung tahun 2012 terbesar berada pada periode Mei-Agustus sebesar 1.567 ha, atau turun sebesar 18,88 persen dibandingkan dengan luas panen pada periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Demikian juga halnya dengan Kedelai, produksi kedelai tahun 2012 adalah sebesar 4.182 ton biji kering atau turun sebesar 2.918 ton (turun 41,10 persen) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan produksi ini terjadi karena adanya penurunan luas panen sebesar 2.739 hektar atau turun 42,63 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun demikian, produktivitas kedelai masih ada sedikit peningkatan sebesar 0,30 kuintal/hektar atau naik 2,68 persen.

Berdasarkan periode panen, penurunan luas panen terbesar secara absolut terjadi pada subround September-Desember sebesar 1.907 hektar atau turun 69,35 persen dibandingkan dengan produksi di periode yang sama tahun sebelumnya. (***/jpr)