PEKANBARU - Provinsi Riau mengalami kemajuan pesat di sektor perikanan. Data terakhir menunjukkan bahwa potensi perikanan di daerah ini tumbuh subur, dan Pemerintah Provinsi Riau tidak berhenti melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan produksi.

Demikian disampaikan Gubernur Riau, Syamsuar pada paripurna istimewa DPRD Riau dalam rangka HUT ke-66 Provinsi Riau, Rabu (9/8/2023).

Ia mengatakan pada indikator utama yang menjadi fokus, yaitu Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar Pembudidaya (NTPi) ada perkembangan baik. "Dari tahun 2019 hingga 2022, kami berhasil meningkatkan nilai NTN dari 100,21% menjadi 104,54%. Dan, kabar gembira di Triwulan II 2023, nilai NTN sudah mencapai 105,06%, sementara NTPi berada di angka 99,35%," ungkapnya.

Keberhasilan ini didukung didukung adanya peningkatan produksi perikanan. Di tahun 2019, total produksi perikanan Riau mencatat angka 246.222,00 ton. Namun, di tahun 2023, angka tersebut naik menjadi 259.629,13 ton. Menariknya, produksi ini didominasi oleh usaha perikanan budidaya dan perikanan tangkap, dua sektor yang menjadi andalan di Riau.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga sangat aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya pembudidaya di Kepulauan Meranti.

"Sejak tahun 2019 hingga 2023, kami telah mendistribusikan bantuan berupa benih Kakap Putih sebanyak 340.000 ekor. Tidak hanya itu, Keramba Jaring Apung (KJA) sebanyak 214 kantong, coolbox, serta alat tangkap juga telah kami salurkan," jelas Gubernur Riau.

Dikatakannya, sektor perikanan di Riau diharapkan terus menunjukkan tren positif. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan kerja keras masyarakat, sektor ini diharapkan akan terus berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Riau.

Dikatakan, dalam periode 2019 hingga 2023, berbagai bentuk bantuan telah disalurkan, mulai dari benih ikan, alat tangkap, hingga kapal penangkap ikan.

Sebanyak 767 pembudidaya ikan di Provinsi Riau telah mendapatkan asuransi, yang mencerminkan perhatian khusus Pemerintah Provinsi terhadap kesejahteraan mereka. Tidak hanya itu, spat kerang dan bantuan sarana prasarana budidaya lainnya pun telah disalurkan. "Bagi pembudidaya air tawar, kami telah menyediakan bantuan benih ikan sebanyak 346.000 ekor," ungkapnya.

Pada sektor perikanan tangkap, bantuan yang diberikan pun tak kalah masif. "Dari tahun 2019 hingga 2023, kami telah memberikan alat tangkap ikan sebanyak 5.876 unit, kapal penangkap ikan sebanyak 224 unit, serta mesin kapal perikanan sebanyak 32 unit," jelasnya. Menariknya, distribusi bantuan ini telah mencakup 12 Kabupaten/Kota di Riau.

Namun, upaya Pemerintah Provinsi Riau tidak berhenti hanya pada bantuan peralatan. Mereka juga memiliki kewenangan dalam pengawasan perairan, yang telah diwujudkan melalui penanaman 117.710 batang pohon mangrove di daerah pesisir. Tujuannya jelas, menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

Pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing juga menjadi prioritas. "Kami melakukan patroli rutin melalui UPT. Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan," tambahnya. Kegiatan patroli ini semakin diperkuat dengan adanya pengadaan Kapal Pengawas Perikanan yang dianggarkan dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023.

Sektor perikanan di Riau memiliki prospek cerah dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan perikanan Riau dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi ekonomi lokal. ***