PEKANBARU – Belum lama pemerintah mengeluarkan kebijakan menghapus penjualan premium, kini muncul masalah baru. Harga BBM umum atau non subsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex justru kembali naik.

Sebelumnya, PT Pertamina resmi menaikkan BBM jenis non subsidi ini pada 12 Februari lalu. Naiknya harga ini dilakukan saat pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Kebijakan macam apa ini? Rakyat lagi susah, ekonomi belum stabil, kebijakan ini menyengsarakan masyarakat saja," kata Ruslan Tarigan, anggota DPRD Pekanbaru, Selasa (15/2/2022).

Sebelumnya, kata Ruslan, Pertamina sudah menghilangkan BBM jenis Premium, dan menganggantikan dengan Pertalite sebagai BBM yang bersubsidi.

"Berkaca dari sejarah menghilangnya premium di pasaran, yang memaksa masyarakat beralih ke Partelite, harus jadi pelajaran berharga. Ini kesannya, rakyat terus dipaksa," jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga kesal terhadap Pertamina yang selama ini mengaku selalu mengalami kerugian.

"Janganlah cerita kepada masyarakat soal kerugian saja sehingga mengambil kebijakan untuk menaikkan harga, rakyat tidak pernah berhutang kok untuk beli BBM," tegasnya.

Karena dinilai bekerja dengan semena-mena, Ruslan meminta Presiden Jokowi untuk melakukan perombakan ditubuh Pertamina.

"Kemana sebenarnya BBM di Indonesia, khususnya di Riau yang notabenenya daerah kaya minyak, dijual atau diseludupkan?" bebernya.

Ruslan juga menilai kenaikan BBM ini tidak sejalan dengan apa yang diinginkan oleh Presiden Jokowi, dari itu dia menilai perlu adanya perombakan di manajemen Pertamina.

"Makanya, kita minta kementerian terkait melakukan evaluasi besar-besaran terhadap manajemen PT Pertamina dan lainnya. Ini tak benar lagi," ucapnya.

Terakhir Ruslan meminta Pertamina untuk membuang jauh-jauh pemikiran keinginan untuk menaikkan harga Pertalite, dia mencium aroma tersebut akan dilakukan oleh Pertamina.

"Berhentilah menyengsarakan rakyat. Jangan jadikan kepintaran untuk menyusahkan masyarakat," tutupnya. ***