BATAM – Tiga calon haji dari Embarkasi Batam terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Ketiganya saat ini masih menjalani observasi medis di Asrama Haji Batam.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain, menyampaikan bahwa proses observasi masih berlangsung dan keberangkatan mereka akan menyesuaikan dengan hasil pemeriksaan medis.

“Ketiganya masih diobservasi. Kalau kondisi membaik, mereka akan diberangkatkan bersama kloter berikutnya,” ujar Zulkarnain, Rabu (14/5/2025).

Ketiga calon haji tersebut adalah Dopan Pangaribuan asal Pekanbaru (Kloter 4), yang telah dirawat di Klinik Embarkasi sejak 5 Mei; Parngadi asal Indragiri Hilir (Kloter 7), dirawat di Gedung Raudah sejak 7 Mei; serta Lasin Slamat Abdullah asal Kuantan Singingi (Kloter 1), yang dirawat sejak 10 Mei.

“Ketiganya sudah dirujuk ke RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Diagnosa mereka beragam, mulai dari demensia, gangguan paru-paru, hingga penyakit jantung,” jelasnya.

Sementara itu, PPIH Batam juga mengonfirmasi satu kabar duka dari Tanah Suci. Seorang jemaah asal Kota Batam, Yusman Johar bin Djohar, wafat di Rumah Sakit King Fadh, Madinah, pada 12 Mei 2025.

Almarhum merupakan jemaah Kloter 2 dan telah dimakamkan di kompleks pemakaman Baqi, Madinah.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Almarhum Yusman. Semoga husnul khatimah dan keluarga diberi ketabahan,” ujar Zulkarnain.

Hingga 13 Mei 2025, PPIH Embarkasi Batam mencatat sebanyak 5.243 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci dari total 12 kloter. Jika termasuk petugas yang mendampingi, jumlah keseluruhan mencapai 5.328 orang.

“Alhamdulillah, sudah 12 kloter berangkat dan hari ini giliran Kloter 13 yang terdiri dari jemaah asal Riau sebanyak 178 orang dan Jambi sebanyak 263 orang. Insya Allah semuanya berjalan lancar,” pungkasnya. (ant)