
ROKAN HILIR - Suasana duka dan kekecewaan sempat menyelimuti jemaat beberapa kelenteng di Rokan Hilir akibat hilangnya properti peribadatan yang berharga. Namun kini masyarakat bisa kembali menjalankan ibadah dengan tenang setelah komplotan pelaku pencurian berhasil diberantas habis.
Pencurian hiolo atau tempat pembakaran dupa tidak hanya menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, namun juga melukai nilai-nilai spiritual masyarakat setempat. Barang yang digunakan sebagai sarana doa tersebut hilang dijarah kelompok tidak bertanggung jawab demi lembaran rupiah.
Pengungkapan kasus ini digelar langsung di Aula Tunggal Panaluan, Selasa (16/6/2026). Langkah sigap pihak kepolisian dalam melacak kelima barang sakral tersebut menjadi angin segar bagi pemulihan rasa aman di tengah masyarakat lintas agama.
"Keberhasilan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen jajaran kami dalam menjaga keamanan masyarakat serta melindungi seluruh tempat ibadah dari berbagai tindak kriminalitas," ungkap Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni.
Polisi menyadari bahwa kejahatan yang menyasar tempat ibadah memiliki dampak sosial yang sensitif. Oleh karena itu, penelusuran difokuskan untuk segera menemukan kembali barang bukti hiolo agar dapat dikembalikan fungsinya seperti semula, sekaligus memutus mata rantai keresahan warga.
Penangkapan empat tersangka yang terlibat, mulai dari perencana hingga penadah, membuktikan bahwa aparat tidak memberi ruang bagi tindakan yang merusak keharmonisan dan ketenangan ibadah di wilayah Rokan Hilir.
Melalui pengungkapan kasus ini, kepolisian berharap pengurus tempat ibadah lainnya dapat meningkatkan sistem keamanan lingkungan, sekaligus mengajak warga untuk terus bersinergi menjaga ketertiban bersama. ***