PEKANBARU - Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, Kota Pekanbaru-Riau, sudah memintai keterangan lima orang saksi yang mengetahui persis kejadian pembacokan yang dialami Ketua LSM Pekat DPK Pekanbaru Amri Bone, saat tawuran di Jalan Arifin Achmad, Sabtu malam kemarin.

Kelima orang itu diantaranya warga sekitar lokasi bentrokan dan rekan korban dari LSM Pekat. Sampai sekarang, Polsek Bukit Raya memastikan, belum ada tersangka atas kasus penganiayaan tersebut. "Masih kita selidiki, pemeriksaan saksi," ujar Kapolsek, Kompol Ricky Richardo.

Ricky Richardo saat dihubungi GoRiau.com, Senin (29/2/2016) siang menjelaskan, dalam proses penyidikan, pihaknya juga diback up oleh Polresta Pekanbaru. "Ya, kita di back Polresta dalam penyidikannya. Mudah-mudahan secepatnya tuntas," sambung dia.

Sedangkan untuk menghindari bentrokan susulan, aparat berwajib memastikan kalau pihaknya telah berkomunikasi dengan LSM Pekat untuk sama-sama menjaga kondusifitas. "Kita lakukan penggalangan, biarkan polisi yang memproses kasus tersebut," tegas Ricky.

Kapolsek memastikan bahwa sampai hari ini kondisi Amri sudah mulai pulih, namun masih sulit untuk dimintai keterangan lantaran masih dalam perawatan dokter. "Yang bersangkutan mengalami luka cukup parah di jari kiri," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Pekat DPK Pekanbaru, Amri Bone diserang sekelompok orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam. Melihat itu, rekan Amri segera melawan hingga terjadilah bentrokan, persisnya di ruas Jalan Arifin Achmad. ***