
PEKANBARU- Polemik antara Pembina Unisi Tembilahan Dr H Indra Muchlis Adnan dengan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Riau, HM Wardan terkait peruntukan gedung Universitas Islam Indragiri (Unisi) 9 lantai di Jl Swarnabumi Tembilahan yang tak juga difungsikan, mendapat perhatian anggota DPRD Riau dapil Inhil, Septina Primawati Rusli.
Istri mantan Gubernur Riau Rusli Zainal ini mengaku khawatir, jika polemik gedung Unisi ini terus berlanjut, akan berpengaruh negatif terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Inhil. Apalagi, keberadaan Unisi selama ini sangat dibutuhkan putra-putri Inhil untuk melanjutkan pendidikan, sebab sebagian besar dari mereka tidak mampu untuk kuliah ke luar daerah.
"Saya sudah banyak tahu masalah Unisi ini. Pak Indra dan Pak Wardan harus duduk semeja untuk menyelesaikan masalah ini demi masa depan putra-putri Inhil," kata Septina kepada GoRiau.com, Jumat (8/4/2016).
Saat ditanya langkah apa yang harus dilakukan Indra dan Wardan agar masalah Unisi ini segera tuntas, wanita berkerudung ini tak mau mengmentarinya lebih jauh. Namun, dia berjanji akan berusaha menyelesaikan persoalan Unisi ini dengan mempertemukan kedua belah pihak.
"Dalam waktu dekat ini saya akan ke Tembilahan, nanti masalah gedung Unisi ini juga saya bicarakan dengan Pak Wardan. Kemudian, baru saya upayakan juga bicara dengan Pak Indra," jelas Septina, yang juga salah satu tokoh pendukung berdirinya Unisi di Tembilahan tahun 2008 lalu.
"Dulu kan saya pendiri STIE di Tembilahan. Ketika ada niat Pak Indra yang waktu itu menjabat Bupati Inhil untuk membangun universitas, kita sangat mendukung. Makanya STIE dibubarkan dan bergabung dengan Unisi. Sekarang, kalau kondisinya seperti ini, kan sedih juga kita," ujarnya.
"Saya tak ingin mencari siapa yang salah, sekarang mari bersama-sama kita luruskan niat demi masa depan putra-putri Inhil agar bisa kembali kuliah di Unisi dengan nyaman. Sehingga, tujuan untuk menciptakan SDM yang handal, sesuai niat awal mendirikan Unisi dapat terwujud," pungkasnya.(***)