
JAKARTA - Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie memastikan proses hukum terkait insiden kecelakaan ajang balap drag race di Kota Kotamobagu tetap berlanjut. Peristiwa nahas yang dilaporkan merenggut delapan korban jiwa tersebut kini ditangani secara komprehensif oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara.
Selain korban jiwa, insiden ini juga mengakibatkan sembilan orang mengalami luka, dengan delapan di antaranya menderita luka berat. Kapolda menegaskan bahwa penanganan kasus dan proses investigasi akan berlangsung secara transparan dan terukur.
"Proses hukum tetap berjalan. Penegakan hukum akan kami laksanakan secara terbuka dan akuntabel," tegas Roycke di Kotamobagu, Senin (10/8/2026).
Guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan, pihak kepolisian telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. Tim penyidik tengah mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan otomotif tersebut.
Menurut keterangan Kapolda, pengemudi mobil Honda Jazz bernama Tian Ngantung yang menabrak penonton berpotensi ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga akan memanggil pihak penyelenggara guna mengevaluasi kelengkapan prosedur keamanan yang diterapkan di lapangan.
"Tim saat ini sedang melakukan proses penyelidikan mendalam. Sudah ada sekitar lima orang diperiksa, termasuk pengemudi mobil. Pengemudi tentu berpotensi kuat menjadi tersangka karena unsur kealpaan atau kelalaian," urainya.
Meskipun potensi penetapan tersangka cukup kuat, pihak kepolisian tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses pemeriksaan berlangsung. Evaluasi terhadap panitia penyelenggara difokuskan untuk mengetahui apakah standar operasional prosedur kegiatan telah memenuhi regulasi keamanan yang berlaku.
"Kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun jika ada perbuatan melawan hukum, pasti ditegakkan," tutupnya.
Berdasarkan informasi warga di sekitar area kejadian, kecelakaan bermula ketika mobil yang dikemudikan Tian kehilangan kendali hingga keluar dari lintasan dan menabrak kerumunan penonton. Pengamanan area penonton diketahui sangat minim karena hanya menggunakan pembatas berupa tali plastik. ***