
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pihak Kepolisian Daerah Riau menyatakan tidak ada korban tewas dalam peristiwa kebakaran di areal PT Pertamina Refenery Unit (RU) Kota Dumai pada Minggu malam (16/2/2014). Kabar mengenai tujuh tewas itu adalah tidak benar.
"Termasuk juga korban luka juga tidak ada, karena lokasi kebakarannya itu jauh dari pemukiman penduduk dan pekerja Pertamina," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, kepada pers di Pekanbaru, Senin (17/2/2014).
Mengenai kabar tujuh orang yang katanya tewas dan 30 luka-luka, menurut Guntur hal itu juga tidak benar dan telah diklarifikasi.
Yang terbakar menurut dia, juga bukan kilang penimbunan minyak, melainkan pipa yang tersumbat dengan kotoran. "Itu juga sudah diklarifikasi oleh pihak Pertamina Dumai," katanya.
Terbakarnya pipa saluran Pertamina Dumai tersebut dikabarkan sempat memicu kemarahan warga yang berada di sekitar area perusahaan berbadan usaha milik pemerintah itu.
Kawasan pintu gerbang kilang minyak nasional Pertamina RU II Dumai, tadi pagi dikabarkan di duduki warga yang marah dengan memaksa masuk ke dalam areal objek vital negara yang terbakar hebat, Minggu(16/2) malam.
Ribuan warga Kelurahan Tanjung Palas, Dumai Timur yang berada di ring 1 kilang Pertamina masih berusaha menerobos pintu gerbang karena tersulut emosi dengan ledakan dan kebakaran yang terjadi di salah satu area kilang. "Mana tanggung jawab Pertamina, hidup kami sekeluarga tidak tenang dan terancam dengan ledakan ini," kata warga setempat.
Kebakaran kilang Pertamina ini sontak membuat warga marah dan tidak mampu menahan emosi karena diakui sangat mengancam keselamatan di pemukiman masyarakat. "Janjinya kalau ada insiden akan membunyikan alarm, tapi setelah ada ledakan hingga api berkobar tidak ada terdengar peringatan dari perusahaan," ungkap Arif.
Peristiwa kebakaran kilang Pertamina ini disayangkan banyak pihak karena dikuatirkan dapat berdampak luas pada lingkungan sekitar khususnya, dan Dumai pada umumnya.
Dilaporkan, api kebakaran kilang sudah berhasil dipadamkan, namun kondisi sejumlah gate gerbang kilang Pertamina masih diduduki warga yang menuntut pertanggungjawaban pihak perusahaan. (fzr/ant)