PEKANBARU – Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menggerebek praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi di Kelurahan Perhentian, Kecamatan Marpoyan Damai, Selasa (30/9/2025) malam. Dari penggerebekan tersebut, tiga orang pelaku berhasil diamankan.

Para pelaku kedapatan memindahkan isi tabung gas 3 kilogram bersubsidi ke tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram untuk kemudian dijual kembali. Polisi mengungkap dua lokasi yang dijadikan tempat pengoplosan sekaligus penyimpanan tabung gas oplosan tersebut.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Nasriadi, mengatakan lokasi pertama berada di sebuah rumah di Jalan Bangau IV nomor 64. Di sana, polisi menemukan aktivitas pengoplosan yang berkedok pangkalan resmi bertuliskan Pangkalan LPG Rizky Bersaudara.

“Di depan rumah itu juga terparkir sebuah truk bak merah bernomor polisi BM 9653 TS dengan muatan puluhan tabung gas ukuran 3 kilogram dan 35 kilogram,” ungkap Nasriadi.

Dari hasil penyelidikan, gas yang dioplos itu dibawa ke rumah pria berinisial D di Jalan Bangau I untuk dipasarkan. Saat polisi menggerebek lokasi kedua, tepatnya di Jalan Bangau I nomor 35, Perumahan Griya Sidomulyo, ditemukan sebuah rumah yang disulap menjadi gudang penyimpanan sekaligus tempat distribusi gas.

Gudang tersebut milik Deni Achmad Faizal. Bagian garasi penuh dengan tabung gas ukuran besar, sementara tumpukan tabung 3 kilogram di bagian depan rumah disamarkan dengan deretan galon air.

Ketua RT setempat, Hendri, mengaku terkejut dengan terbongkarnya kasus ini. Ia menyebut Deni dikenal ramah dan sudah tinggal di kawasan itu hampir 10 tahun. “Usaha menjual gas 3 kilogram sudah dijalankan sekitar empat tahun. Tidak pernah ada yang mencurigakan, bahkan ketersediaan gas di lingkungan kami selalu cukup,” ujarnya.

Polisi kini mengamankan ratusan tabung gas berbagai ukuran serta satu unit kendaraan pengangkut sebagai barang bukti di Mapolda Riau. Penyelidikan terhadap jaringan distribusi oplosan masih terus dilakukan.

“Peran masing-masing pelaku masih kami telusuri, dan perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” tegas Nasriadi. ***