PEKANBARU - Dalam rangka menumbuhkan semangat baru atas aktifnya kembali kelompok sadar wisata, Pokdarwis Anjuongan Mato Desa Kuok Universitas Riau (Unri) mengadakan silaturrahmi dengan LPPM Unri sekaligus perpisahan mahasiswa Kukerta Integrasi Unri Desa Kuok, Minggu (26/07/2020) kemarin.

Terhitung kurang lebih selama sebulan mulai tanggal 15-26 Juli 2020, mahasiswa Kukerta Integrasi Unri Desa Kuok ini sendiri telah banyak mengadakan kegiatan. Salahsatunya yaitu menghasilkan terbentuknya kembali Pokdarwis Anjuongan Mato yang sudah vakum selama satu tahun belakangan.

Makanya dalam perpisahan mahasiswa Kukerta ini pun diadakan syukuran. Bahkan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Zulia Dharma, Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan Unri Dr Ir Anthony Hamzah MP, Koordinator Pusat Pelayanan Kukerta LPPM Universitas Riau, Dr Besri Nasrul SP, MSi, dan Kepala Desa Kuok Khairisman.

Pada kesempatan itu, Kadis Pariwisata Kampar, Zulia Dharma mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Pokdarwis Anjuongan Mato tersebut. "Saya berharap semoga kedepannya Pokdarwis Anjuongan Mato dapat meningkatkan koordinasi antara satu dengan yang lainnya, sehingga wisata-wisata yang telah dibangun di Desa Kuok dapat terus maju dan berkembang. Serta terus konsisten agar tidak ada terjadinya vakum kepengurusan seperti yang sebelumnya," kata Zulia.

Sementara itu, Kepala Desa Kuok Khairisman menyampaikan, ucapan terimakasih kepada mahasiswa Kukerta yang telah berbagi ilmu dan membantu kegiatan masyarakat yang ada di Desa Kuok.

"Semoga ilmu yang adik-adik peroleh di kampus dan juga ilmu yang di dapat dari kegiatan Kukerta di Desa Kuok bisa diterapkan dalam kehidupan adik-adik dan juga bisa mengantarkan adik-adik ke jenjang kesuksesan," kata Kades Khairisman.

Lebih lanjut, Khairisman menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian Unri karena telah menjadi pemantik terbentuknya kembali Pokdarwis di desa tersebut. "Kami berharap dengan pengurusan yang baru ini, semoga pariwasata Kabupaten Kampar khususnya Desa Kuok dapat kembali meningkat dan kembali dikenal," ujarnya.

GoRiau Dokumentasi Pokdarwis Anjuonga
Dokumentasi Pokdarwis Anjuongan Mato Desa Kuok Unri.

Masih di tempat yang sama, Perwakilan LPPM Unri, Dr. Besri Nasrul S.P, M.Si, mengatakan bahwa potensi budaya dan alam yang asri serta dekat dari sungai di desa ini sudah memenuhi syarat untuk menjadi tempat wisata.

"Potensi di sini sudah sangat memenuhi syarat, ditambah nanti pengembangan produk limau kuok menjadi berbagai olahan makanan dan minuman serta produk produk lainnya. Lokasinya juga sangat strategis dan tidak jauh dari ibukota provinsi, Pekanbaru," kata Besri Nasrul.

"Kami dari LPPM Unri sangat mendukung melalui program desa binaan. Dengan progres yang bagus, program desa binaan ini akan Insyaallah bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya," tutupnya.

Dalam kegiatan ini, Pokdarwis Anjuongan Mato juga mengenalkan produk pangan khas Kuok yang telah dilakukan diversifikasi produk oleh Tim Kukerta Integrasi Desa Binaan Unri, diantaranya yaitu selai jeruk kuok, minuman sari buah jeruk kuok, bodak baghondam aneka rasa, dan panggang aneka rasa. (rls)