BENGKALIS, GORIAU.COM - Terhitung November 2013, jumlah kasus narkoba yang ditangani jajaran Polres Bengkalis mencapai 126 kasus dengan jumlah tersangka 231 orang. Bila dibandingkan sampai periode Agustus 2013 lalu, pelaku yang terlibat narkoba  naik sebanyak 36 orang.

Jika dirata-rata dari bulan Agustus hingga November dalam satu bulan sebanyak 12 orang terlibat kasus narkoba, baik itu sebagai pengedar, pemilik maupun pemakai. Belum lama ini di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, warga berasil mengamankan ribuan botol miras dari negeri jiran Malaysia.

Menyikapi kondisi ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Kesbangpol menggelar kegiatan penyuluhan pencegahan peredaran dan penggunaan minuman keras dan narkoba. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Camat Bengkalis, dibuka Bupati Bengkalis diwakili Kepala Badan Kesbangpol Bengkalis, H Zulfan Heri, Senin (25/11).

Bupati Bengkalis dalam pengarahannya mengatakan, kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan saat ini mempunyai nilai positif, karena sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

''Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama untuk membentengi masyarakat khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus pada lembah gelap narkoba,'' ujar Bupati dalam sambutannya yang dibacakan H Zulfan Heri di hadapan para peserta penyuluhan dan undangan.

Berbagai upaya preventif menurut Bupati terus dilakukan Pemkab Bengkalis. Selain penyuluhan, Pemkab juga bersama badan narkoba nasional (BNN) telah melakukan test urine kepada Pegawai Negeri Sipil yang dilaksanakan sepekan lalu. Terhadap PNS yang diketahui mengkonsumsi dan mengedar narkoba, Bupati mengatakan Pemkab tidak segan-segan memberikan sangsi berat.

''Mula dari yang paling kecil di dalam keluarga kita tingkatkan pengetahuan agama kepada anggota keluarga dan hidupkan juga magrib mengaji. Sehingga mampu menangkal bahaya narkoba.

Narkoba merupakan lingkaran setan memang tak pernah putus jika tak ada yang memutusnya. Sudah banyak kejadian yang cukup memberikan pelajaran berharga bagi kita tentang waktu muda yang terbuang percuma karena narkoba,'' papar Bupati.

Panitia penyelenggara Bissalmi mengatakan, kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 75 orang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda mahasiswa dan siswa SLTA/sederajat.

Kegiatan penyuluhan ini disajikan dalam bentuk paparan dan materi yang disampaikan oleh nara sumber yang terdiri Perwakilan Badan Kesbangpolimas Riau Bidang Pemantauan Hj Frida MSi, Kasat Narkoba Polres Bengkalis AKP Willy Kartamanah, Satuan Satpol PP Kabupaten Bengkalis Pirhot Penggabean SH. Kemudian dari Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis H Abdul Hamid.jfk